Kamis 25 Aug 2022 17:35 WIB

Menteri PPPA: Pengasuhan Anak tidak Boleh Dibebankan kepada Ibu Saja

Kualitas tumbuh kembang anak ditentukan oleh lingkungan di mana dia tumbuh.

Pengasuhan anak tidak boleh dibebankan kepada ibu saja. (ilustrasi)
Foto: MGROL100
Pengasuhan anak tidak boleh dibebankan kepada ibu saja. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati menekankan pentingnya orang tua memberikan pendidikan dan pengasuhan positif pada anak. Tujuannya, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Dia mengatakan, kualitas tumbuh kembang anak ditentukan oleh lingkungan di mana dia tumbuh. "Peran orang tua sebagai pengasuh pertama dan utama, sangat penting dalam memberikan pengasuhan positif," kata wanita yang juga dikenal dengan nama Bintang itu melalui video sambutannya saat media gathering di Jakarta, Kamis (25/8/2022).

Baca Juga

Menurut Bintang, memberikan pendidikan dan pengasuhan yang positif pada anak penting sebab hal tersebut memengaruhi peningkatan kualitas bangsa Indonesia di masa depan. "Investasi sumber daya manusia ini menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan Indonesia maju," ujarnya.

Dalam memberikan pendidikan dan pengasuhan yang positif pada anak, Bintang mengatakan hal tersebut harus tak boleh hanya dibebankan kepada ibu, namun harus dilakukan melalui kerja sama yang baik antara ibu dan ayah. "Tidak boleh dibebankan pada ibu saja. Perempuan sebagai ibu itu hanya hamil dan menyusui. Namun soal pengasuhan adalah tugas ayah dan ibu. Artinya, kualitas pengasuhan ditentukan oleh kemampuan ayah dan ibu dalam menjaga, mendidik, dan menanamkan karakter anak," jelasnya.

 

Menurutnya, orang tua baik ibu dan ayah harus sensitif terhadap kebutuhan anak kemudian mampu memberikan respon yang tepat dengan memegang prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Untuk meningkatkan peran ibu dan keluarga dalam memberikan pendidikan dan pengasuhan positif pada anak, Bintang mengatakan Kementerian PPPA bekerja sama dengan stakeholder lain untuk mengeluarkan beberapa program.

Program-program tersebut di antaranya Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang saat ini telah tersebar sampai ke tingkat kabupaten dan kota. Program tersebut memberikan pembelajaran untuk ayah dan ibu agar lebih memahami pentingnya pendidikan dan pengasuhan positif. Selain itu juga sebagai sarana konsultasi dan pendampingan bagi keluarga Indonesia.

Kemudian, KemenPPPA juga memberikan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan bagi perempuan agar mereka dapat berdaya dan mandiri secara ekonomi. Selanjutnya, menyediakan layanan psikologis bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan maupun mengalami masalah dalam kesehatan mental melalui call center Sahabat Perempuan dan Anak.

"Saya berharap kita bisa bergerak bersama. Kita satukan kekuatan untuk saling mendukung, saling berbagi, menginspirasi, dan memotivasi satu sama lain. Dengan saling bahu membahu dan memberdayakan satu sama lain, bangsa Indonesia dapat mencapai kemajuan," kata Bintang.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement