Selasa 02 Aug 2022 14:20 WIB

Sempat Rasakan Empat Gejala Awal Ini, Anak-Anak Berpotensi Alami Long Covid

Perawatan multidisiplin diperlukan jika long Covid pengaruhi kualitas hidup anak.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda
Anak kena Covid-19 (ilustrasi). Anak yang mengalami gejala batuk, kelelahan atau kelemahan, kesulitan bernapas, dan sesak napas cenderung lebih mungkin mengembangkan long Covid.
Foto:

Menurut Kantor Statistik Nasional Inggris, sekitar 1,8 juta warganya hidup dengan long Covid pada April tahun ini. Dari jumlah tersebut, 346 ribu (19 persen) melaporkan bahwa kemampuan mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari telah sangat terbatas.

Kelelahan dilaporkan sebagai gejala paling umum dari long Covid, dengan 51 persen orang mengalaminya. Sementara 33 persen melaporkan sesak napas, 26 persen melaporkan kehilangan indra penciuman dan 23 persen melaporkan kesulitan berkonsentrasi.

Kebanyakan orang membutuhkan waktu beberapa pekan untuk pulih dari Covid-19. Tetapi jika salah satu gejala bertahan lebih lama ini dikenal sebagai long Covid. Hal ini dapat mengakibatkan kelelahan terus-menerus, sesak napas, dan masalah dengan memori di samping masalah lainnya.

National Health Services (NHS) mencantumkan tanda-tanda umum lainnya dari long Covid di antaranya nyeri dada atau sesak, sulit tidur, palpitasi jantung, pusing, nyeri sendi, depresi, cemas, sakit telinga, diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan, suhu tinggi, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan ruam.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement