Selasa 02 Aug 2022 11:59 WIB

Kebiasaan Makan Terbaik untuk Kesehatan Jantung Menurut Penelitian

Pola makan kaya kalium dapay membantu mengurangi efek garam.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Qommarria Rostanti
Kebiasaan makan terbaik untuk kesehatan jantung. (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com.
Kebiasaan makan terbaik untuk kesehatan jantung. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meskipun ada banyak vitamin dan nutrisi yang ingin Anda dapatkan lewat makanan rutin (vitamin B, vitamin C, dan vitamin D), pastikan bahwa kalium juga salah satunya. Sebuah studi baru menunjukkan ada kebiasaan makan tertentu yang dapat sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung, yaitu mengonsumsi makanan kaya kalium.

Rupanya, memiliki jumlah potasium yang layak dalam sistem tubuh dapat mengurangi efek berbahaya dari kelebihan natrium dalam makanan dan menurunkan tekanan darah. Dalam studi yang diterbitkan dalam European Heart Journal, sebanyak 24.963 peserta diamati antara 1993 dan 1997. Mereka berusia antara 40 tahun hingga 79 tahun, dengan rata-rata berusia 58 tahun untuk wanita dan 59 untuk pria.

Baca Juga

Studi ini awalnya melibatkan peserta yang memberikan informasi mengenai pilihan gaya hidup tertentu. Peneliti mencatat tekanan darah mereka. Sampel urine peserta pun dianalisis untuk kadar natrium dan kaliumnya.

Kini, peneliti melihat kembali hasil penelitian itu menemukan bahwa 55 persen responden telah berurusan dengan masalah serius, bahkan berpotensi fatal dengan penyakit kardiovaskular. Ditemukan bahwa mereka yang memiliki jumlah potasium tertinggi dalam makanan memiliki kemungkinan 13 persen lebih kecil menghadapi masalah kardiovaskular dibandingkan dengan mereka yang memiliki jumlah potasium paling sedikit dalam sistem tubuh.

 

"Temuan kami menunjukkan bahwa pola makan jantung sehat membatasi garam untuk meningkatkan kandungan kalium," kata penulis studi dari Amsterdam University Medical Centers, Belanda, Liffert Vogt dilansir Eat This, Not That, Selasa(2/8/2022).

Rekan penulis The Menopause Diet Plan, A Natural Guide to Hormones, Health and Happiness, Elizabeth Ward, mengatakan, studi tersebut menambah bukti yang menunjukkan asupan kalium lebih tinggi dan konsumsi natrium lebih rendah bermanfaat bagi tekanan darah. Saat membahas mengapa pola makan kaya kalium membantu mengurangi efek garam dan menurunkan tekanan darah, Ward mengatakan, kalium dan natrium memiliki efek berlawanan pada tekanan darah, di mana kalium membantu menurunkan dan natrium cenderung meningkatkan tekanan darah.

Ward juga mencatat, semakin banyak kalium yang Anda konsumsi, maka semakin banyak natrium yang hilang dalam urine. Selain itu, kalium juga membantu meredakan ketegangan di dinding pembuluh darah, yang juga membantu mengatur tekanan darah dengan lebih baik.

Pada saat yang sama, Ward menyebut kalium penting untuk mengontrol tekanan darah dan alasan lain, tapi beberapa orang perlu berhati-hati. Kelebihan kalium dapat berbahaya pada pasien dengan penyakit ginjal.

Ward mengatakan, Anda tidak boleh mengonsumsi suplemen kalium untuk menggantikan makanan. Kemungkinan cairan dan fitonutrien dalam makanan kaya kalium membantu berkontribusi pada tekanan darah yang lebih baik.

Untuk mendapatkan apa yang dicari dari pola makan, Ward menunjukkan bahwa kalium rentan terhadap kerusakan dengan pengolahan sehingga makanan mentah dan diproses ringan memiliki kadar kalium tertinggi. Mengingat hal itu, dia mengatakan bahwa buah-buahan dan sayuran kaya akan kalium, tetapi begitu juga produk susu, makanan laut, dan kacang-kacangan.

Baca juga : Frank's Sign: Tanda Peringatan Serangan Jantung yang Ada di Cuping Telinga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement