Sabtu 23 Jul 2022 16:48 WIB

Dikira Tahi Lalat, Pria Ini Kaget Ternyata Menderita Kanker Kulit

Pria bernama Dom menemukan tahi lalat gatal di area punggungnya.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti
Sempat dikiria tahi lalat, ternyata kanker kulit. (ilustrasi)
Foto: dermaultra.com
Sempat dikiria tahi lalat, ternyata kanker kulit. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah seorang warga Inggris, Dom Edwards, membagikan kisahnya saat didiagnosis mengidap kanker kulit. Dia ingin semua orang berhati-hati dan sadar untuk segera ke dokter jika menemukan gejala seperti yang dialami dirinya.

Saat ini, di Inggris sedang mengalami gelombang panas yang mencapai rekor suhu tertingginya. Dom mendukung kampanye peringatan bahaya kanker kulit dan ingin semua orang untuk tetap aman di bawah sinar matahari.

Baca Juga

Dom yang merupakan Senior Director Produce Commercial di Asda, menemukan tahi lalat yang gatal di area punggungnya pada 2008, yang kemudian dikonfirmasi oleh dokter sebagai kanker kulit. Dom menjalani serangkaian operasi besar dan menjalani perawatan rutin, tetapi setelah melanoma menyebar ke kelenjar getah bening, tulang belakang, dan organnya, dia mendapat kabar buruk bahwa dia menderita kanker stadium empat.

“Saya tidak tahu banyak (tentang kanker kulit) ketika saya masih muda. Saya tidak ingat apakah saya selalu memakai krim tabir surya yang cukup atau tidak ketika saya masih kecil,” kata Dom dilansir laman Express, Sabtu (23/7/2022).

 

Dia juga tidak ingat berapa lama terpapar sinar matahari, walaupun beberapa kali dia terpapar sampai kulitnya berwarna merah. Dom merasa pengalaman dia harus didengar oleh semua orang, agar semakin banyak yang peduli dan sadar akan kesehatan kulit. 

“Bagi saya, sangat penting untuk berbicara dengan orang-orang dan berbagi cerita, karena saya pikir cerita ini lebih dari sekadar fakta dan angka. Saya benar-benar ingin meningkatkan kesadaran akan hal ini, karena pencegahan lebih baik daripada mengobati,” kata dia lagi.

Dom dibanjiri pujian karena menyebarkan kesadaran akan gejalanya kepada orang-orang. “Terima kasih banyak telah berbagi, saya juga mengalami kanker kulit yang diangkat di dada dan di belakang lutut saya. Saya ingin memperingatkan orang lain, tolong jauhi sinar matahari langsung dan selalu lindungi kulit dengan SPF 50, topi, dan kacamata hitam,” ujar warga Inggris lainnya, Linda Martell Vass.

 

Seorang warga lain, Amie Wright, mengatakan hal terbesar yang harus diingat orang tentang kanker kulit adalah alfabet ABCDE. "Selalu minta dokter untuk memeriksanya jika ragu menemukan satu gejala,” ujarnya.

ABCDE yang dimaksud Amie adalah identifikasi dengan asimetris, border, color, diameter, dan evolving. Bercak atau tahi lalat baru atau tanda apapun yang berubah pada kulit, mungkin merupakan tanda kanker.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement