Kamis 28 Apr 2022 20:26 WIB

Covid-19 atau Masalah Usus, Bagaimana Membedakan Keduanya?

Covid-19 datang dengan sejumlah gejala, salah satunya masalah usus.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Covid-19 datang dengan sejumlah gejala, salah satunya masalah usus.
Foto: www.freepik.com.
Covid-19 datang dengan sejumlah gejala, salah satunya masalah usus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Covid-19 datang dengan sejumlah gejala, banyak di antaranya sangat umum sehingga sulit untuk dibedakan dengan infeksi dari penyakit lain. Virus corona penyebab Covid dapat mempengaruhi saluran pernapasan dan berlanjut ke organ tubuh lainnya.

Gejala gastrointestinal atau gejala yang berhubungan dengan penyakit usus menjadi salah satu yang kerap dikeluhkan pasien Covid. Gejala seperti diare, muntah, dan sakit perut yang merupakan gejala sejumlah penyakit juga umum terjadi pada Covid.

Baca Juga

Sesuai penelitian, 1 dari 5 orang yang dites positif Covid memiliki setidaknya satu gejala gastrointestinal seperti muntah, sakit perut, dan diare. Selama gelombang ketiga Covid, lebih banyak laporan tentang gejala gastrointestinal muncul ke permukaan. Sementara banyak yang mengaitkan masalah perut sebagai ciri varian Omicron, banyak yang mengatakan, masalah perut adalah indikator potensial infeksi sejak pandemi dimulai.

"Bukan berarti Omicron menyebabkan lebih banyak masalah GI, tetapi lebih karena sekarang lebih mudah untuk mendeteksi Covid-19 pada pasien tersebut daripada di awal pandemi," kata Dr Sumon Chakrabarti, spesialis penyakit menular di Mississauga Ontario seperti dilansir dari Times of India, Kamis (28/4/2022).

Pernyataan Dr Chakrabarti didukung oleh studi penelitian tahun 2020. Studi ini menemukan bahwa dari 18.246 pasien, diare adalah gejala gastrointestinal yang paling umum, mempengaruhi 11,5 persen pasien, diikuti oleh mual dan muntah (6,3 persen) dan sakit perut (2,3 persen). Berkenaan dengan keparahan klinis, 17,5 persen dari pasien diklasifikasikan sebagai sakit parah, sedangkan 9,8 persen dari mereka dianggap memiliki penyakit tidak parah.

Ada beberapa studi yang menjelaskan bagaimana virus corona bisa mempengaruhi saluran pencernaan. Reseptor virus corona penyebab Covid adalah enzim pengubah angiotensin 2 (ACE2) yang afinitas pengikatannya untuk virus ini 10 sampai 20 kali lebih tinggi daripada virus lain dari familinya.

Dilaporkan oleh banyak kasus dan penelitian di rumah sakit bahwa ACE2 diekspresikan secara melimpah tidak hanya di sel alveolar paru tipe 2 dan sel esofagus, tetapi juga pada sel di saluran cerna, termasuk sel kelenjar lambung, duodenum dan rektal, enterosit serap dari ileum dan rektum usus besar, karenanya jaringan ini juga rentan terhadap infeksi oleh virus.

Bagaimana cara memastikan apakah sakit perut ada hubungannya dengan Covid? Ada beberapa cara untuk membedakan sakit perut akibat Covid dari penyakit lain. Pada kondisi kesehatan lain, sakit perut jarang disertai demam. Namun, dalam kasus Covid seseorang pasti mengalami demam.

Jika ada masalah pernapasan atau batuk dan bersin disertai sakit perut, Anda harus melakukan tes untuk infeksi Covid. Sakit perut juga tidak mempengaruhi indera penciuman dan rasa pada individu. Namun, jika Anda terinfeksi Covid maka kemungkinan Anda akan kehilangan indera penciuman dan perasa selama beberapa hari.

Indikasi lain yang jelas bahwa sakit perut terkait dengan Covid adalah bahwa dalam kasus Covid, gejalanya lebih persisten daripada pada penyakit lain. Tanda-tanda lain dari Covid adalah demam, sakit kepala, kelelahan, batuk, sakit tenggorokan, sakit dan nyeri. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement