Kamis 28 Apr 2022 03:50 WIB

Kasus Covid-19 Sedang Landai, Kenapa Booster Tetap Dianjurkan?

Vaksinasi Covid-19 berfungsi agar ketika terinfeksi tidak jadi berat.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Dwi Murdaningsih
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Mobil Gerai Vaksin, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/4/2022). Satlantas Polres Bogor menggelar vaksinasi COVID-19 untuk warga maupun pemudik yang belum menjalani vaksinasi lengkap maupun penguat (booster) sebagai salah satu syarat dalam melakukan perjalanan mudik Lebaran.
Foto: ANTARA/Arif Firmansyah
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Mobil Gerai Vaksin, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/4/2022). Satlantas Polres Bogor menggelar vaksinasi COVID-19 untuk warga maupun pemudik yang belum menjalani vaksinasi lengkap maupun penguat (booster) sebagai salah satu syarat dalam melakukan perjalanan mudik Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Pokja Penyakit Infeksi Emerging Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Pompini Agustina mengakui, kasus Covid-19 di Indonesia kini tengah melandai. Kendati demikian, masyarakat diimbau tetap mendapatkan vaksin Covid-19 dosis lengkap, termasuk penguat (booster).

"Kini kita berhasil dalam mengendalikan Covid-19 dan kasus melandai, namun masyarakat harus melaksanakan vaksinasi lengkap termasuk booster atau melakukan protokol kesehatan (prokes)," ujarnya saat mengisi konferensi virtual BNPB bertema Silaturahmi Sehat, Lebaran Penuh Berkat, Rabu (27/4/2022).

Baca Juga

Ia mengingatkan, hingga per 26 april 2022, kasus aktif Covid-19 masih sebanyak 9.739 kasus. Artinya ribuan orang yang terinfeksi dan dan di antara 9.739 ini, hanya sebanyak 1.880 kasus di antaranya dirawat di rumah sakit (RS). Dengan kata lain, dia melanjutkan, sekitar 7 ribu orang lainnya ada di rumah dan tengah melakukan isolasi mandiri. 

"Dengan situasi seperti ini, kalau tidak melakukan prokes dengan ketat dan sekitar 7 ribu orang terinfeksi virus bisa saja tanpa gejala dan ketika isolasi mandiri kemudian kita kontak dengan mereka (orang sedang isoman) kemudian mudah terjadi penularan," katanya.

Dengan menerapkan prokes, dia melanjutkan, sebenarnya masyarakat memutus mata rantai penularan virus. Kemudian, dia melanjutkan, vaksinasi Covid-19 berfungsi agar ketika terinfeksi tidak jadi berat. Ia menegaskan, semua upaya ini harus dilakukan secara simultan. 

"Jadi (dapatkan) vaksinasi lengkap dan booster, kemudian terapkan prokes," ujarnya. 

Satuan Tugas Covid-19 merilis data resmi sebanyak 617 kasus Covid-19 baru terkonfirmasi per 27 April 2022 sehingga total kasus 6.045.660. Kemudian total yang meninggal dunia per hari ini sebanyak 36 jiwa, sehingga total korban meninggal dunia sebanyak 156.199. Sementara itu, kasus aktif Covid-19 kembali berkurang sebanyak 597, sehingga total kasus aktif Covid-19 sebanyak 9.142.

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement