Senin 02 May 2022 06:31 WIB

Retina Bisa Robek dan Sebabkan Kebutaan, Bagaimana Cara Menghindari-Mengatasinya?

Robeknya retina rentan dialami kelompok lansia dan orang dengan minus tinggi.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Mengucek mata (Ilustrasi). Periksakan retina dengan segera jika mengalami tanda-tanda seperti terasa ada kilatan sinar di area bola mata ketika mata ditutup.
Foto:

Gaya hidup sehat juga bisa menjadi bentuk pencegahan ablasi retina. Orang yang menjalani gaya hidup tidak sehat lebih berisiko mengalami penyakit kronis, seperti diabetes melitus, hipertensi, dan lainnya.

Menurut Elvioza, penyakit tersebut bisa memicu kerusakan retina. Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak, membatasi makanan tinggi kandungan garam, tidak merokok, aktif berolahraga, serta menjaga berat badan ideal.

"Dengan menjaga tubuh dari kondisi penyakit tersebut, kita sekaligus menjaga retina tetap sehat," kata dia.

Lalu, apakah kondisi ablasi retina bisa sembuh? Dr Elvioza mengatakan, kondisi ini bisa disembuhkan melalui operasi.

"Dengan teknologi terbaru, kondisi ini bisa langsung ditangani, retina ditempelkan kembali, robekannya ditutup, hasil operasi yang kemarin-kemarin sudah dilakukan terpantau berjalan baik," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement