Sabtu 16 Apr 2022 09:54 WIB

Jenis Suplemen Vitamin dan Produk Herbal yang Paling Sering Bikin Orang Masuk UGD

Studi jangka panjang di Amerika Serikat temukan suplemen yang bikin orang ke UGD.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda
Suplemen (Ilustrasi). Studi jangka panjang mengungkap jenis vitamin dan produk herbal yang terkait dengan kunjungan ke UGD.
Foto: www.freepik.com.
Suplemen (Ilustrasi). Studi jangka panjang mengungkap jenis vitamin dan produk herbal yang terkait dengan kunjungan ke UGD.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Studi selama 10 tahun yang berbasis di Amerika Serikat menemukan efek samping suplemen bertanggung jawab atas rata-rata sekitar 23 ribu kunjungan ke unit gawat darurat (UGD) per tahun. Dalam hal vitamin terburuk, multivitamin atau vitamin yang tidak spesifik, zat besi, kalsium, dan kalium menduduki puncak daftar.

Salah satu studi terpanjang sampai saat ini yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine tersebut menjelaskan ada 10 produk herbal atau komplementer teratas yang terkait dengan kunjungan gawat darurat. Produknya adalah suplemen penurunan berat badan, energi, peningkatan seksual, kesehatan jantung, tidur, pencahar, gerak badan, kekebalan atau infeksi, pereda nyeri atau radang sendi, dan suplemen detoksifikasi.

Baca Juga

Dalam studi tersebut, para peneliti melihat data pengawasan dari 63 departemen gawat darurat rumah sakit untuk memperkirakan jumlah tahunan kunjungan emergensi yang terkait dengan efek samping dari suplemen makanan. Para penulis mendefinisikan "suplemen makanan" sebagai produk herbal atau komplementer dan zat gizi mikro vitamin atau asam amino.

Pasien yang mengunjungi unit gawat darurat untuk gejala yang terkait dengan penggunaan suplemen rata-rata berusia 32 tahun, dan lebih dari separuh kunjungan adalah pasien perempuan. Lebih dari 10 persen dari kunjungan ini mengakibatkan masuk ke rumah sakit, terutama di antara orang dewasa yang lebih tua dari 65 tahun.

 

Produk penurun berat badan menyumbang seperempat dari semua kunjungan UGD produk tunggal dan secara tidak proporsional memengaruhi perempuan. Sementara pria lebih mungkin mengalami efek buruk dari produk yang diiklankan untuk peningkatan seksual dan pembentukan tubuh.

"Keluhan terkait produk penambah energi sekitar 10 persen dari kunjungan ke UGD," kata peneliti, dilansir laman Express, Sabtu (16/4/2022).

Orang dewasa muda bukan satu-satunya yang terpengaruh. Banyak anak di bawah usia empat tahun menderita reaksi alergi atau gejala pencernaan (mual, muntah, sakit perut) karena konsumsi vitamin yang tidak disengaja.

Pasien yang berusia lebih dari 65 tahun lebih cenderung mengalami kesulitan menelan setelah mengonsumsi vitamin atau zat gizi mikro dengan ukuran pil yang besar. Penting untuk dicatat bahwa penelitian ini didasarkan pada kunjungan ke sejumlah kecil rumah sakit di AS dan tidak jelas sejauh mana temuan itu berlaku di negara lain.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement