Ahad 27 Mar 2022 16:00 WIB

Gejala Kanker Ovarium Tak Muncul di Tahap Awal, Kenali Cara Mencegahnya

Gejala kanker ovarium muncul ketika stadium lanjut.

Perempuan usia reproduksi (Ilustrasi). Gejala kanker ovarium tak selalu mudah diketahui, namun penyakit itu bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat.
Foto: Republika/Prayogi
Perempuan usia reproduksi (Ilustrasi). Gejala kanker ovarium tak selalu mudah diketahui, namun penyakit itu bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masalah kesehatan selalu muncul bersama dengan tanda dan peringatannya, namun masih banyak yang tidak menyadari bahkan cenderung abai. Dalam kasus kanker ovarium, ada beberapa tanda dan gejala halus yang dirasakan oleh pasien.

Dr Niti Raizada, direktur hematologi onkologi medik dari Rumah Sakit Fortis, Richmond Road, Bangalore, India mengatakan bahwa kanker ovarium dimulai pada organ yang menghasilkan sel telur. Beberapa gejala umum yang diderita pasien kanker ovarium adalah perut kembung, perubahan kebiasaan buang air besar, dan gangguan pencernaan.

Baca Juga

Di samping itu, kanker ovarium juga kerap memunculkan gejala mual, penurunan berat badan drastis, kelelahan, dan ketidaknyamanan di panggul. Penderitanya pun mengeluhkan sakit punggung, frekuensi buang air kecil meningkat, serta menstruasi yang tidak teratur.

Selain itu, ada juga tanda seperti kesulitan makan, terdapat cairan di perut yang disebut asites, serta masalah buang air kecil lain. Namun, ciri tersebut merupakan gejala jika seseorang sudah berada di stadium lanjut ketika kanker telah menyebar ke panggul dan perut.

"Sayangnya, tidak ada gejala pada tahap awal. Ketika kanker terkandung di ovarium, itu adalah yang paling mudah untuk diobati," ujar dr Raizada, dilansir Indian Express, Ahad (27/3/2022).

Setiap peremepuan yang memiliki indung telur berisiko terkena kanker ovarium. Meskipun begitu, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko ini. Di sisi lain, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kanker ovarium, berikut di antaranya:

Olahraga dan diet

Olahraga mingguan dan diet sehat adalah hal yang paling penting. Banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran dan makanan yang kaya vitamin D. Berolahraga 30-40 menit setiap hari juga dapat mengurangi risiko hingga 20 persen.

Menghindari karsinogen

Karsinogen adalah zat yang mampu menyebabkan kanker. Zat seperti bedak (bedak bayi, deodoran vagina, dan riasan) diketahui memiliki hubungan dengan risiko kanker.

Kehamilan dan menyusui

Ibu yang telah melahirkan setidaknya satu anak, terutama sebelum usia 30 tahun, memiliki risiko lebih rendah terkena kanker ovarium dan bahkan kanker payudara. Menyusui juga diketahui menurunkan risiko.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement