Rabu 08 Sep 2021 19:46 WIB

Apa Sebenarnya Penyebab Perut Gemuk?

Ahli sebut ada banyak faktor yang menyebabkan perut gemuk.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nora Azizah
Ahli sebut ada banyak faktor yang menyebabkan perut gemuk.
Foto: Pxfuel
Ahli sebut ada banyak faktor yang menyebabkan perut gemuk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan akumulasi lemak perut, seperti kurang tidur, konsumsi soda, gangguan makan. Tetapi salah satu penyebab utama perut membuncit berkaitan dengan jenis makanan tertentu.

Ahli diet terdaftar di Balance On, Trista Best, menyebut penyebab utama lemak perut adalah konsumsi makanan olahan. Terutama yang dipasarkan dan dijual untuk kesenangan diri, seperti keripik kemasan, roti, dan makanan panggang.

Baca Juga

"Salah satu penyebab utama lemak perut adalah pola makan yang sebagian besar didasarkan pada makanan olahan. Ini bisa berupa makanan olahan yang sehat atau yang tidak memasarkan diri mereka sendiri untuk menjadi sehat dengan cara apa pun," kata Best dilansir dari eatthis pada Rabu (8/9).

Best menyatakan kondisi dan bentuk tubuh merupakan hasil apa yang dikonsumsi. Ia menyatakan makanan dan nutrisi yang dikonsumsi menjadi bagian tubuh hingga pada tingkat sel.

 

"Nutrisi yang salah dapat menyebabkan gas, kembung, penambahan berat badan, dan hasil negatif lainnya jika kita tidak makan mengikuti diet seimbang," ujar Best.

Best menjelaskan alasan utama makanan olahan membuat lemak perut karena sebagian besar terbuat dari karbohidrat olahan dan gula. Karbohidrat olahan bukanlah karbohidrat yang sama seperti makan sepotong buah. Sementara karbohidrat buah (karbohidrat utuh) diproses secara minimal dan mengandung serat.

"Karbohidrat olahan telah diproses lebih banyak. Dengan kata lain, karbohidrat olahan cenderung memiliki sedikit atau tidak ada nilai gizi dan tanpa serat, protein, atau lemak sehat, jumlah kalori kosong yang sering dapat berkontribusi pada penciptaan dan akumulasi lemak perut," ucap Best.

Sebagai contoh, satu studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition menemukan bahwa asupan karbohidrat olahan terkait erat dengan lingkar pinggang yang lebih besar dan akumulasi lemak perut.

Di sisi lain, peserta yang mengonsumsi rata-rata tiga porsi biji-bijian sehari dan biji-bijian yang lebih sedikit secara keseluruhan memiliki lingkar pinggang yang lebih kecil, kadar glukosa puasa yang lebih rendah, tekanan darah yang lebih rendah, dan kadar kolesterol HDL "baik" yang lebih tinggi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement