Selasa 07 Sep 2021 16:22 WIB

Gangguan Penciuman Bisa Jadi Tanda Kolesterol Tinggi

Anda dapat menurunkan kadar kolesterol dengan memperbaiki gaya hidup.

Rep: Farah Noersativa/ Red: Qommarria Rostanti
Gangguan penciuman bisa jadi tanda kolesterol tinggi (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com.
Gangguan penciuman bisa jadi tanda kolesterol tinggi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kolesterol tinggi merupakan sebuah kondisi di mana nda memiliki terlalu banyak zat lemak yang disebut kolesterol LDL dalam darah. Kolesterol LDL sering disebut sebagai kolesterol "jahat" karena dapat menyumbat arteri sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sayangnya, proses ini sering tidak terdeteksi, tetapi juga tidak selalu. Dilansir laman express.co.uk, Selasa (7/9), penelitian menunjukkan perubahan fungsi sensorik dapat menunjukkan kadar kolesterol tinggi.

Para peneliti dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition meneliti hubungan antara disfungsi rasa dan bau dan konsentrasi kolesterol darah. Mereka menggunakan kuesioner untuk menilai disfungsi bau (gangguan penciuman) dan rasa kronis pada 12.627 peserta China yang terdiri atas 10.418 pria dan 2.209 wanita.

Peserta dikategorikan ke dalam tiga kelompok berdasarkan jumlah gangguan penciuman dan rasa, mulai dari 0 (terbaik) hingga 2 (terburuk). Model linier umum digunakan untuk menguji perbedaan konsentrasi serum kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan trigliserida (bentuk lain dari lemak) di seluruh kelompok dengan status bau dan rasa yang berbeda setelah disesuaikan untuk usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, merokok, minum, obesitas, dan riwayat penyakit kardiovaskular, kanker, dan cedera kepala.

 

Model linier umum adalah kerangka kerja yang berguna untuk membandingkan bagaimana beberapa variabel memengaruhi variabel kontinu yang berbeda. Para peneliti menemukan prevalensi disfungsi penciuman dan pengecapan masing-masing adalah 2,4 persen dan 1,2 persen. Disfungsi bau dan rasa yang lebih buruk dikaitkan dengan konsentrasi kolesterol total yang lebih tinggi.

"Dalam studi cross-sectional besar ini, disfungsi kemosensori dikaitkan dengan konsentrasi kolesterol total serum yang lebih tinggi di antara orang dewasa Cina," para peneliti menyimpulkan.

Perlu dicatat bahwa kebanyakan orang tidak akan mengalami tanda-tanda peringatan yang terlihat. Anda hanya dapat mengetahui apakah memiliki kolesterol tinggi dari tes darah.

“Dokter mungkin menyarankan untuk melakukan tes jika menurut mereka kadar kolesterol Anda tinggi. Ini mungkin karena usia, berat badan, atau kondisi lain yang dimiliki (seperti tekanan darah tinggi atau diabetes),” jelas NHS.

Anda dapat menurunkan kadar kolesterol dengan memperbaiki gaya hidup. Ada beberapa makanan yang tidak hanya merupakan bagian dari diet sehat, tetapi juga dapat membantu menurunkan kolesterol secara aktif.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement