Jumat 13 Aug 2021 23:37 WIB

Demi 17 Agustus, Musisi Daur Ulang Lagu Zamrud Khatulistiwa

Sambut Kemerdekaan, 5 Musisi Daur Ulang Lagu 'Zamrud Khatulistiwa'.

Rep: viva.co.id/ Red: viva.co.id
Lima musisi papan atas aransemen ulang lagu Zamrud Khatulistiwa.
Lima musisi papan atas aransemen ulang lagu Zamrud Khatulistiwa.

VIVA – Lagu legendaris berjudul 'Zamrud Khatulistiwa' kembali dirilis dalam rangka menyambut hari Kemerdekaan RI yang ke-76. Berbeda dari versi lama, lagu ini telah diaransemen ulang oleh Dipha Barus dan dinyanyikan bersama oleh Rossa, Kunto Aji, Rayi Putra dan Aurelie.

Perilisan lagu tersebut diluncurkan dalam kampanye 'Bersama Musik Dibawa Asik’ yang saat ini hanya dapat diakses di Resso. Memproduksi ulang lagu 'Zamrud Khatulistiwa' dengan musisi dan artis dari berbagai genre yang memiliki warna suara berbeda tentunya merupakan tantangan tersendiri, termasuk bagi Dipha Barus.

"Versi yang paling gue suka versi Om Keenan. Gue ada kasetnya. Itu gue tahu dari almarhum bokap gue. Maksudnya gue ingetnya masa kecil aja, aransemen dari mas Guruh punya ciri khas gitu yang secara nggak sadar menginspirasi gue dan beberapa musisi lainnya dalam pengambilan nada," ujar Dipha Barus dalam konferensi pers virtual, Jumat 13 Agustus 2021.

Ditambah lagi,  proses pengerjaan lagu ini memakan waktu kurang dari dua bulan saja. Namun, tentunya Dipha Barus menjadikannya sebagai tantangan untuk eksplorasi kemampuannya.

"Kendalanya paling karena take di tempat yang berbeda, makanya susah karena take-nya di tempat-tempat berbeda. Kendalanya bagi gue, gue jadiin tantangan baru dan gue banyak belajar dalam project inidalam hal mixing vokal," kata Dipha. 

Sementara itu, bagi musisi senior Rossa proyek ini memang cukup menantang. Namun, ini merupakan ide yang fresh dalam memperingati hari kemerdekaan, lagu lama dengan aransemen yang luar biasa dan hasilnya pun luar biasa. 

"Sebetulnya yang membuat unik ini adalah jangka waktunya. Kolaborasinya beberapa orang, punya jadwal masing-masing, pas mau bikin ini lagi PPKM nggak bisa keluar rumah. Kami cuman chat-chat doang," kata Rossa.

Lebih dalam, Rossa mendukung bahwa tahun ini sudah semestinya menjadi tahun kolaborasi, saling bergandeng tangan dan mendukung satu sama lain. Ocha, sapaan akrabnya, berharap agar ide ini bisa menghibur banyak orang.

"Dari dulu ingin bikin sesuatu yang ramai-ramai gini, tapi nggak pernah kesampean. Ini adalah persembahan untuk Indonesia awalnya untuk niatnya dulu. Karena di zaman sekarang orang mager nggak sih untuk bikin sesuatu? Padahal memang kita butuh musik. Mudah-mudahan bisa menghibur orang banyak," harap Rossa

Lagu 'Zamrud Khatulistiwa' ditulis oleh Guruh Soekarno Putra dan dinyanyikan oleh Keenan Nasution pada tahun 1978, sebelum akhirnya dipopulerkan oleh penyanyi legendaris Chrisye pada tahun 1996. Lirik lagu ini sarat dengan kekaguman dan puji syukur yang mencerminkan rasa kebanggaan  terhadap Indonesia, yang indah dan kaya serta sarat keberagaman, baik alamnya, suku bangsanya, bahasanya dan seni budayanya.  

"(Makna liriknya) Mengingatkan untuk mensyukuri tempat di mana kita dilahirkan, Indonesia, negeri yang sangat subur dan makmur, dengan segala kekurangan dan kelebihannya," imbuh Kunto Aji. 

Head of Marketing Resso Indonesia, Diza Anindita, setuju bahwa kampanye Bersama Musik Dibawa Asik merupakan bentuk dukungan agar tetap semangat dan optimis di tengah pandemi. "Lagu 'Zamrud Khatulistiwa' dapat menjadi inspirasi yang sangat kuat dan relevan terutama dalam kondisi Indonesia hari ini," ujar Diza.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan viva.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab viva.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement