Ahad 14 Mar 2021 18:14 WIB

Hindari Enam Makanan Ini Bagi Pemilik Perut Sensitif

Lebih dari 65 persen orang di dunia tidak toleran terhadap laktosa dan protein susu.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Qommarria Rostanti
Berbagai olahan susu (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com.
Berbagai olahan susu (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kondisi usus yang sehat membantu seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh kuat. Usus sehat dapat membantu upaya penurunan berat badan.

Salah satu cara penting menjaga usus adalah mengonsumsi makanan yang meningkatkan bakteri usus seperti probiotik, sayuran, jahe, dan yogurt berbahan dasar kacang. Namun jika Anda mengonsumsi makanan buruk, maka makanan untuk meningkatkan bakteri usus mungkin tidak bekerja dengan baik.

Ahli gastroenterologi dan Kepala Petugas Medis G-Plan, Rahul Dixit, mengatakan seseorang bisa merasa lebih segar setelah menghilangkan makanan yang buruk untuk usus. Namun, butuh waktu lama untuk perbaikan usus, tergantung seberapa parah masalah pencernaan Anda.

Sakit perut, termasuk kembung dan perasaan tidak nyaman, sembelit, diare, kabut otak, pendarahan rektal dari wasir internal bisa menjadi tanda bahwa usus tidak seimbang. Namun, jangan mencoba mendiagnosis diri sendiri. Buat catatan harian tentang apa yang Anda makan dan alami, kemudian bagikan dengan dokter atau ahli gastroenterologi.

 

Dilansir di laman Pop Sugar, Ahad (14/3), berikut enam makanan yang sebaiknya dihindari apabila Anda memiliki perut sensitif: 

1. Produk susu

Dixit mencatat, lebih dari 65 persen orang di dunia tidak toleran terhadap laktosa dan protein susu lainnya yang dapat menyebabkan respons alergi. Jadi, alergi dan intoleransi bisa menjadi akar ketidaknyamanan Anda. "Sistem pencernaan sapi sama sekali berbeda dari manusia dan oleh karena itu mikrobioma kita akan merespons dengan berbagai cara untuk orang yang berbeda," kata Dixit.

Mengonsumsi produk susu juga bisa secara signifikan memengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup bakteri baik, dan memungkinkan bakteri jahat tumbuh secara eksponensial. Setelah mengonsumsi susu, banyak orang bisa mengalami kembung, diare, dan kabut otak.

Karena itu, Dixit menyarankan menghindari makanan hewani, termasuk produk susu untuk melihat apakah gejala Anda membaik. Secara pribadi, ketika Dixit berhenti mengonsumsi produk susu, dia menyadari perutnya terasa lebih baik. Jika menyukai keju, es krim, yogurt, krim dalam kopi, dan mentega, maka coba tukar dengan alternatif bebas susu.

2. Daging tinggi lemak

Mikrobioma dipengaruhi pola makan, dan makanan nabati adalah sumber energi bagi bakteri baik untuk bertahan hidup. Dikenal sebagai prebiotik, mikroba usus kecil berkembang biak dengan serat, yang hanya ditemukan dalam makanan yang berasal dari tumbuhan. Tidak seperti makanan nabati, daging berlemak tinggi seperti hamburger, steak, sosis, pepperoni, dan bacon dapat mengganggu keseimbangan bakteri usus.

3. Pemanis buatan dan diet tinggi gula

Pemanis buatan rendah kalori dan rendah karbohidrat sangat populer di kalangan orang yang mencoba menurunkan berat badan. Namun, dokter Dixit mengatakan bahan itu dapat mengganggu mikrobioma usus. Hindari pemanis buatan seperti aspartam, sorbitol, dan xylitol. Mengonsumsi makanan tinggi gula dapat menurunkan jumlah bakteri baik di usus.

4. Gorengan

Anda mungkin pernah merasa tidak enak badan setelah menyantap makanan yang digoreng atau berminyak seperti donat, kentang goreng, onion ring, atau piza. Makanan yang digoreng atau berminyak sulit dicerna tubuh, dan dapat menyebabkan diare, kembung, gas, dan sakit perut. Anda mungkin mengalami gejala ini saat makan makanan seperti makanan yang dipanggang yang dibuat dengan minyak.

5. Alkohol

Alkohol dapat mengiritasi usus. Dixit menekankan alkohol dapat menurunkan jumlah bakteri usus yang menguntungkan. Karena itu, dia menyarankan menghindari koktail (pemanis dan campuran juga dapat memperburuk masalah usus), bir, dan anggur.

6. Makanan pedas

Makanan pedas juga dapat mengganggu usus, menyebabkan rasa sakit, mulas, atau diare. Dokter Dixit menyarankan untuk menghindari menambahkan cabai, bubuk cabai, atau saus pedas ke makanan. Makanan pedas dapat mengiritasi lapisan perut atau usus, jadi kurangi bumbu saat makan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement