Rabu 04 Nov 2020 22:55 WIB

Studi: Main Gawai Sebelum Tidur Bisa Picu Obesitas

Mereka yang menyalakan gawai sebelum tidur berpeluang tinggi menambah berat badan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Mereka yang menyalakan gawai sebelum tidur berpeluang tinggi menambah berat badan (Foto: ilustrasi)
Foto: Pxfuel
Mereka yang menyalakan gawai sebelum tidur berpeluang tinggi menambah berat badan (Foto: ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Istirahat dan tidur berperan penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun hati-hati, jika Anda menyalakan TV atau perangkat streaming apapun sebelum tidur itu bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Menurut sebuah studi tahun 2019, cahaya biru dari TV atau perangkat gawai apa pun dapat menyebabkan penambahan berat badan. Bahkan, obesitas pada wanita.

Baca Juga

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine mengamati gaya hidup 44 ribu wanita di AS. Peneliti menemukan bahwa mereka yang menyalakan perangkat gawai memiliki peluang lebih tinggi untuk menambah berat badan atau menjadi obesitas selama enam tahun ke depan.

Peserta yang terpapar sinar biru sebelum tidur bertambah 5 kilogram selama lima tahun, dibanding mereka yang tidak terpapar cahaya biru. Kelompok cahaya biru juga memiliki peluang sebanyak 30 persen untuk menjadi gemuk.

“Secara evolusioner kita seharusnya tidur di malam hari, di tempat yang gelap. Ini jauh lebih penting daripada yang disadari orang karena berbagai macam alasan kesehatan,” kata penulis utama Dale Sandler, seorang ilmuwan dari Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan seperti dikutip dari laman The Ladder, Rabu (4/11).

Perlu dicatat bahwa penelitian ini hanya menemukan hubungan antara penambahan berat badan dan cahaya biru. Para penulis tidak dapat menjelaskan pola makan yang tidak sehat dan minim aktivitas fisik atau olahraga.

Meskipun banyak penelitian telah menguraikan efek negatif cahaya biru pada ritme sirkadian dan kesehatan otak secara umum, ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa dampak cahaya biru tidak terlalu buruk.

Sebuah studi baru dari University of Manchester menemukan bahwa cahaya biru dengan kombinasi yang tepat dari lampu yang redup di malam hari dan cahaya yang lebih terang di siang hari, sebenarnya dapat memberikan manfaat kesehatan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement