Senin 16 Feb 2026 12:58 WIB

Hasil CKG: 93 Persen Warga Jakarta Kurang Aktivitas Fisik

74 persen warga yang melakukan CKG mengalami ketidaknormalan kadar lemak dalam darah.

 Sejumlah warga berwisata di Tebet Eco Park, Jakarta, Kamis (25/12/2025). Hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025 hingga awal 2026 menunjukkan fakta mencemaskan yaitu 93 persen warga Jakarta kurang melakukan aktivitas fisik.
Foto: Republika/Prayogi
Sejumlah warga berwisata di Tebet Eco Park, Jakarta, Kamis (25/12/2025). Hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025 hingga awal 2026 menunjukkan fakta mencemaskan yaitu 93 persen warga Jakarta kurang melakukan aktivitas fisik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025 hingga awal 2026 menunjukkan fakta mencemaskan yaitu 93 persen warga Jakarta kurang melakukan aktivitas fisik. Data dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini menandakan bahwa mayoritas penduduk Ibu Kota terjebak dalam gaya hidup sedenter atau "malas gerak".

"Dari hasil pemeriksaan, temuan terbanyak berasal dari kelompok risiko penyakit kardiovaskular, terutama obesitas sentral dan kurangnya aktivitas fisik (93 persen)," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat dihubungi di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Baca Juga

Dia juga menyampaikan 74 persen warga yang melakukan CKG mengalami ketidaknormalan kadar lemak dalam darah (dislipidemia) dan 51 persen warga mengalami masalah kesehatan gigi. Sebagai tindak lanjut dari temuan masalah kesehatan itu, Dinkes DKI memperkuat program promotif dan preventif, di antaranya dengan memperluas edukasi perilaku hidup sehat dan memperbanyak skrining faktor risiko penyakit tidak menular melalui program CKG.

photo
ilustrasi kesehatan Obesitas - (Republika/Daan Yahya)

 

Dinkes DKI juga menggandeng berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung aktivitas fisik dan pola makan seimbang. CKG merupakan upaya deteksi dini dan mencegah penyakit. Skrining dapat dilakukan terhadap berbagai penyakit, termasuk diabetes, jantung, serta risiko penyakit menular seperti Tuberkulosis (TB). Pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, serta gula darah juga dapat dilakukan melalui CKG.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement