Selasa 08 Sep 2020 07:24 WIB

Setelah Novel, Lagu Iwan Fals akan Diadaptasi Jadi Film

Lagu Air Mata Api milik Iwan Fals menjadi inspirasi pembuatan novel dan film.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda
Penyanyi Iwan Fals dalam konferensi pers peluncuran novel Air Mata Api karya Piter A Redjalam sekaligus persiapan menuju konser virtual Di Balik Nyanyian, Kamis (3/9).
Foto: Tangkapan Layar
Penyanyi Iwan Fals dalam konferensi pers peluncuran novel Air Mata Api karya Piter A Redjalam sekaligus persiapan menuju konser virtual Di Balik Nyanyian, Kamis (3/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lagu-lagu karya musisi legendaris Indonesia Iwan Fals menginspirasi hadirnya novel Air Mata Api karangan Piter Abdullah Redjalam. Setelah beralih wahana ke bentuk novel, karya Iwan juga direncanakan diangkat ke layar lebar.

"Saya memilih lagu-lagu yang paling menarik untuk dirangkai. Dari satu novel, rencananya akan menjadi dua film. Selain 12 lagu dalam novel ini, banyak lagu lain yang akan masuk dalam cerita pada proses kreatif selanjutnya," kata Piter.

Baca Juga

 

Ide pembuatan film tengah dikembangkan. Rencananya, film terbagi dalam dua latar kisah: cerita mengenai pasangan Bambang Saguna dan Gayatri, dan cerita mengenai anak mereka, Gara, serta kekasihnya, Garnis.

Piter memunculkan para tokoh beserta kehidupannya masing-masing berangkat dari lirik lagu Iwan. Dia menemukan banyak refleksi kehidupan dalam lagu-lagu sarat pesan, kemudian mencoba berimajinasi dan menuangkannya ke dalam novel.

Iwan Fals cukup terkejut karena lagu-lagu gubahannya diapresiasi menjadi bentuk seni yang lain. Iwan bercerita, lagu "Air Mata Api" semula dibuat Iwan tentang kekesalan seorang pengamen, tapi Piter membongkarnya menjadi cerita baru.

Terlebih, ada rencana untuk menjadikannya film. Iwan senang-senang saja, karena menganggap kehadiran film bisa membuka lapangan kerja bagi ratusan orang dan seniman. Namun, pria 59 tahun itu pikir-pikir jika harus ikut berperan.

Pada 1985, Iwan pernah membintangi film Damai Kami Sepanjang Hari atas ajakan Sophan Sophiaan. Iwan mengaku kurang tertarik mengulang pengalaman. Dia memilih menyerahkannya kepada sineas dan aktor/aktris berpengalaman.

Akan tetapi, dia tetap mendukung berbagai bentuk kesenian yang ada. "Buat saya kesenian seperti gelas yang dilempar ke lantai, pecahannya tidak terduga akan ke mana. Dari lagu, bisa tiba-tiba jadi film," kata dia.

Putri Iwan sekaligus Direktur Tiga Rambu Management, Cikal Rambu Basae, sudah menargetkan 2021 sebagai tahun kemunculan berbagai format baru karya ayahnya. Setelah novel pertama yang baru dirilis, tahun depan akan muncul novel kedua serta filmnya.

Menurut Cikal, mengadaptasi novel menjadi bentuk film memang sesuatu yang sudah ada dalam benaknya. Cikal bahkan menganggap tiap lagu ayahnya bisa saja dikembangkan menjadi film pendek dengan ceritanya masing-masing.

Meski begitu, rencana pembuatan film masih sebatas tahap perencanaan awal. "Kami tukar pikiran membahas plot dan cast, tapi belum lebih jauh lagi, masih mematangkan konsep," kata Cikal.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement