Sabtu 30 May 2020 20:52 WIB

Perhatikan Tekanan Darah Tinggi di Usia Dewasa

Tekanan darah tinggi bisa menyebabkan berbagai risiko penyakit.

Rep: Farah Noersativa/ Red: Dwi Murdaningsih
Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Foto: torange
Hipertensi atau tekanan darah tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID,  MINNESOTA -- Menjaga kesehatan dengan berpola hidup sehat menjadi hal yang diperhatikan bagi setiap orang dewasa. Hampir setiap orang dewasa akan menghadapi masalah kesehatan ini seiring bertambahnya usia.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan adalah memantau tekanan darah. Ketika dibiarkan tidak terkendali atau jika tidak terdeteksi, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung, gagal jantung, stroke, penyakit ginjal atau masalah kesehatan utama lainnya.

Baca Juga

Menurut seorang profesor kedokteran dan konsultan di divisi nefrologi dan hipertensi Dr Sandra Taler, mencegah penyakit bisa dilakukan dengan menjaga tekanan darah terkontrol dengan baik. "Jika kamu mengabaikannya, saat itulah ada risiko komplikasi yang jauh lebih tinggi," ujar dia di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, dilansir di laman Health 24, Jumat (29/5).

Menurut statistik American Heart Association, hampir setengah dari orang dewasa AS, diperkirakan sebanyak 116 juta, memiliki tekanan darah tinggi, atau hipertensi.

Persentase orang di AS dengan tekanan darah tinggi meningkat naik setiap dekade. 

Di antara wanita usia 20 tahun hingga 34 tahun, ada sebanyak 13 persen orang memiliki hipertensi. Hampir 86 persennya mengalami kondisi itu pada pertengahan usia 70-an mereka. Pria juga memperlihatkan tren yang sama, meningkat dari sekitar 26 persen menjadi 80 persen.

"Tekanan darah meningkat dengan bertambahnya usia di masyarakat Barat atau benar-benar hampir setiap masyarakat sekarang - terkait dengan asupan garam," kata anggota kelompok penulis untuk pedoman hipertensi saat ini dari American College of Cardiology, AHA  dan organisasi lainnya, Taler.

Jika mengalami tekanan darah tinggi, lalu apa yang bisa dilakukan? Mengurangi jumlah natrium dalam makanan bisa membantu.

Terlalu banyak garam dalam aliran darah, dapat menarik air ke pembuluh darah, yang pada gilirannya meningkatkan volume darah di dalamnya.  Peningkatan tekanan darah dapat membuat dinding pembuluh darah tegang, hingga mempercepat penumpukan dan membuat jantung lelah dengan memaksanya bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Faktor risiko lain termasuk usia yang lebih tua, memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi. Ketika melihat perbedaan gender, terlepas dari ras atau etnis, Taler mengatakan tekanan darah cenderung lebih tinggi pada pria sampai usia mereka mencapai 50-an.

Penelitian yang diterbitkan pada bulan Januari di JAMA Cardiology menemukan pria cenderung memiliki tekanan darah lebih tinggi daripada wanita di usia yang lebih muda. Tingkat kenaikan lebih cepat untuk wanita dibandingkan pria mulai sejak usia 20-an.

Temuan menunjukkan bahwa perempuan mungkin kurang terdiagnosis tekanan darah tinggi. Perbedaan serupa ditemukan oleh ras dan etnis.

"Ketika datang untuk menyelidiki atau mengobati tekanan darah dan kesehatan jantung, wanita dan pria harus dibandingkan dengan standar yang berbeda. Lebih penting lagi, kita harus lebih memperhatikan pengendalian tekanan darah usia dini, terutama bagi wanita," kata Dr Hongwei Ji, penulis utama penelitian dan peneliti klinis di Brigham and Women's Hospital di Boston.

Tetapi tidak peduli usia, ras atau jenis kelamin seseorang, Taler menawarkan beberapa rekomendasi yang sudah dikenal untuk menjaga tekanan darah. Yaitu, membatasi makanan asin atau olahan, mempertahankan berat badan ideal, berolahraga secara teratur dan menghindari merokok.

Beberapa orang juga mungkin memerlukan obat penurun tekanan darah. "Sangat penting bagi orang untuk memahami bahwa tekanan darah tinggi dapat diobati," kata Taler.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement