Jumat 04 Oct 2019 15:31 WIB

Makanan yang Dimasak Pengaruhi Populasi Bakteri Usus

Proses penyajian makanan mempengaruhi bakteri usus.

Rep: Febryan A/ Red: Indira Rezkisari
Salad sayuran.
Foto: EPA
Salad sayuran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Riset terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Microbiology, mencatat bahwa sejumlah aspek kesehatan manusia, termasuk peradangan kronis dan kenaikan berat badan, sangat dipengaruhi oleh kesehatan ekologis dari mikroba yang ada di dalam tubuh. Diketahui dari riset ini, makanan yang dimasak mempengaruhi jumlah mikoba atau mikrobiome tubuh.

"Laboratorium kami telah mempelajari bagaimana berbagai jenis diet. Seperti diet vegetarian versus daging, berdampak pada microbiome," kata penulis senior riset ini dari University of California, Peter Turnbaugh, dikutip dari Indian Express, Jumat (4/10).

Baca Juga

Penelitian ini, kata Turnbaugh, menemukan bahwa makanan yang dimasak dan tidak memberikan dampak yang berbeda pada mikrobiome manusia maupun hewan. Mereka menemukan bahwa banyak makanan mentah mengandung senyawa antimikroba kuat yang secara langsung merusak mikroba tertentu dalam tubuh. Termasuk pada sayur-sayuran.

"Kami terkejut melihat bahwa perbedaan itu tidak hanya karena perubahan metabolisme karbohidrat, tetapi juga dapat didorong oleh bahan kimia yang ditemukan pada tanaman (sayur)," kata Turnbaugh.

Turnbaugh menekankan, riset yang ia lakukan sebenarnya menyoroti pentingnya mempertimbangkan komponen dalam makanan yang dikonsumsi. Termasuk proses penyajiannya yang akan sangat mempengaruhi bakteri usus.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement