Kamis 14 Mar 2019 14:11 WIB

Konser Aku Cinta Iwan Fals Terinspirasi Festival Holi India

Penonton konser akan dibagikan bubuk berwarna sebagai tanda cinta.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari
Iwan Fals
Foto: Republika/Shelbi Asrianti
Iwan Fals

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Konser Iwan Fals bertajuk "Aku Cinta" yang segera digelar bakal menawarkan hal baru untuk penonton. Pertama kalinya dalam konser Iwan, akan ada momen saling melemparkan bubuk warna-warni yang terinspirasi dari Holi atau Festival Warna.

Perhelatan budaya itu merupakan festival awal musim semi yang dirayakan di India, Nepal, Bangladesh, dan sejumlah negara lain. Biasanya, orang-orang yang mengikuti Holi akan saling melemparkan bubuk berwarna-warni atau menyiramkan air berwarna-warni.

Baca Juga

"Kami akan memberikan secara gratis bubuk berwarna, tanda sayang kepada orang lain. Menjadi perlambang untuk menyesuaikan dengan tema "Aku Cinta" dari konser ini," ujar perwakilan dari MME Entertainment selaku promotor, Chrysilla Novianti.

Chrysilla berharap konser mendatang akan penuh dengan cinta. Cinta yang dimaksud memiliki berbagai bentuk, baik kepada pasangan, teman, alam, negara, dan pekerjaan. Lagu-lagu Iwan juga memuat cinta universal tersebut.

Pihak promotor menargetkan 14 ribu penonton dalam konser "Aku Cinta". Tim sudah menjamin keamanan dan kenyamanan hadirin dengan menyiapkan prosedur kegiatan. Lokasi rimbun di Allianz Ecopark Ancol juga diyakini sesuai dengan konsep yang diusung.

Iwan menjelaskan filosofi di balik tajuk "Aku Cinta" yang menjadi tema konser. Menurut dia, "Aku Cinta" adalah hal mendasar yang harus ada dalam hidup. Kalimat singkat itu mudah ditulis tetapi tidak gampang dipraktikkan.

Menurut Iwan, rasa cinta perlu tersemat dalam berbagai lini. Membesarkan anak, membangun keluarga, menjaga lingkungan, semua membutuhkan cinta. Lewat konsernya, dia ingin mengajak semua orang bersama-sama menghidupkan cinta.

Sementara, aneka warna yang akan tercampur dalam konsernya turut melambangkan kebinekaan. Iwan mengatakan, penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke memiliki warna beragam tetapi tetap menyatu dan hidup berdampingan.

"Selama tiga jam menyimak musik, saya harap bisa menjadi oasis bagi penonton. Setelah pulang, bisa sama-sama berpikir tentang makna hidup, mengisi kekosongan yang mungkin dirasakan," kata Iwan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement