Rabu 23 Jan 2019 07:47 WIB

Black Panther Cetak Sejarah di Nominasi Oscar Tahun Ini

Black Panther merupakan film superhero pertama yang masuk nominasi Oscar.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari
Film Black Panther
Foto: Marvel Studios-Disney via AP
Film Black Panther

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Film Marvel Studios Black Panther berhasil menjadi raja box office domestik tahun lalu. Keberhasilan tidak berhenti pada tahun ini, film tersebut masuk dalam nominasi Oscar dan menjadi film superhero pertama yang masuk dalam kategori film terbaik

Status film tersebut sebagai pelopor untuk representasi kulit berwarna sudah jelas terlihat sejak perilisan pertama kali. Kali ini, upaya itu pun dilirik Academy Awards dan menjadi satu lagi pencapaian untuk film Marvel Studios.

Selain sebagai film terbaik, Black Panther mengumpulkan total tujuh nominasi untuk pagelaran Academy Awards ke-91 itu. Keenam nominasi lain adalah desain kostum, lagu asli, lagu asli dari Kendrick Lamar dan SZA "All The Stars", desain produksi, dan dua kategori suara, pengeditan dan mixing.

Tapi, nominasi sutradara dan penulis naskah tidak berhasil didapatkan oleh Ryan Coogler. Chadwick Boseman sebagai T’Challa maupun aktor lainnya pun tidak mendapatkan kesempatan untuk memperebutkan piala bergengsi tersebut.

Meskipun tidak berhasil masuk dalam nominasi unggulan, Coogler sebelumnya mengatakan kepada EW, dia selalu melihat Black Panther sebagai sesuatu yang lebih dalam dari sekadar petualangan aksi. "Karakter-karakter di Wakanda seperti Generasi Y, generasi milenial yang lebih tua ini mewarisi negara kita," katanya.

“Pembicaraannya adalah negara apa yang akan kita buat ini? Apakah itu akan menjadi tempat yang sama ketika kita sampai di sini, atau kita akan melakukan sesuatu yang baru? 'Dan jika itu adalah sesuatu yang baru, lalu apa?" ujar pengarah Creed ini.

Selain menjadi film superhero pertama yang mendapatkan nominasi film terbaik, Black Panther juga merupakan film yang berasal dari buku komik pertama yang masuk nominasi tersebut. Nominasi itu pernah didapatkan oleh film yang diadaptasi dari komik harian. Potongan komik tidak sama dengan buku komik, dan selama 91 tahun, Oscar secara konsisten mengabaikan komik modern dan cerita pahlawan super, dikutip dari EW, Rabu (23/1).

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement