Rabu 19 Dec 2018 10:29 WIB

Studi Ungkap Pentingnya Tubuh Tercukupi Asupan Magnesium

Magnesium cegah gangguan kesehatan akibat defisiensi vitamin D.

Rep: Christiyaningsih/ Red: Indira Rezkisari
Buah alpukat, salah satu sumber magnesium alami.
Foto: Flickr
Buah alpukat, salah satu sumber magnesium alami.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Riset terbaru di Amerika Serikat (AS) menemukan asupan magnesium yang cukup bisa mengoptimalkan kadar vitamin D. Jika kadar vitamin D kurang maka magnesium akan mendongkraknya. Sebaliknya jika vitamin D ada dalam level berlebih maka magnesium akan menekannya.

Riset tersebut dilakukan oleh tim peneliti di Vanderbilt-Ingram Cancer Centre. Mereka mengambil 180 orang partisipan berusia 40 sampai 85 tahun untuk ikut dalam Personalised Prevention of Colorectal Cancer Trial (PPCCT).

Baca Juga

Untuk mengetes hipotesis bahwa suplementasi magnesium memengaruhi metabolisme vitamin D pada tubuh, para partisipan diminta mengonsumsi suplemen magnesium atau placebo. Suplemen tersebut sudah disesuaikan dengan dengan diet yang dimulai di awal studi.

Temuan yang dipublikasilan di The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan suplementasi magnesium menaikkan kadar vitamin D ketika berada pada level 30 nanogram per mililiter (nmol/L). Akan tetapi suplementasi magnesium akan menekan ketika kadar vitamin D berada pada level yang lebih tinggi antara 30 sampai 50 ng/mL.

Level optimal magnesium kemungkinan memainkan peran penting dalam mengoptimisasi kadar vitamin D. Magnesium juga dapat mencegah gangguan kesehatan akibat defisiensi vitamin D. Ketua tim studi Qi Dai menggambarkan level ideal vitamin layaknya bentuk U. Karena vitamin D pada level ini erat kaitannya dengan rendahnya risiko penyakit kardiovaskular pada penelitian terdahulu.

Temuan tim Qi Dai juga selaras dengan hasil studi terdahulu pada 2013 yang menunjukkan rendahnya magnesium berhubungan dengan rendahnya kadar vitamin D. "Kekurangan vitamin D adalah keadaan yang disadari menyebabkan gangguan kesehatan dalam skala besar di AS," kata peneliti Martha Shrubsole dikutip dari Malay Mail, Rabu (19/12).

"Banyak orang menerima rekomendasi dari tenaga medis agar mengonsumsi suplemen vitamin D untuk menaikkan kadarnya dalam tubuh berdasarkan tes darah. Di luar isu defisiensi vitamin D, kekurangan asupan magnesium belum menjadi isu yang banyak disadari," kata Shrubsole.

Shrubsole menjelaskan magnesium yang digunakan selama riset itu sudah sesuai dengan panduan Recommended Dietary Allowance (RDA). Demi memenuhi kebutuhan magnesium dia menyarankan agar kita banyak mengonsumsi makanan tinggi magnesium seperti ikan salmon, kacang-kacangan, dan alpukat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement