Kamis 06 Dec 2018 13:08 WIB

Tiga Efek Negatif Mengonsumsi Kunyit

Kunyit bisa menstimulasi produksi lebih banyak asam lambung.

Rep: Christiyaningsih/ Red: Indira Rezkisari
Kunyit.
Foto: Pixabay
Kunyit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kunyit sejak lama dimanfaatkan manusia sebagai bahan baku obat herbal dan bumbu masak. Tanaman yang hidup di Asia dan Amerika Tengah ini memang menyimpan banyak khasiat.

Di Indonesia, kunyit asam adalah salah satu jamu yang populer. Kunyit juga hadir sebagai bumbu utama masakan seperti gulai dan kari.

Baca Juga

Akan tetapi, kunyit tak selamanya bermanfaat. Tanamam rimpang tersebut juga bisa menimbulkan efek negatif bagi pemakannya dalam kondisi-kondisi tertentu.

Karena itu sebelum mengonsumsi kunyit dalam dosis yang tinggi sebaiknya berkonsultasilah lebih dulu dengan dokter. Dikutip dari Medical News Today, inilah tiga efek negatif dari kunyit.

Sakit perut

Kunyit memang mampu mengobati masalah pencernaan. Namun konsumsi kunyit dalam jumlah besar akan membawa dampak sebaliknya. Kunyit menstimulasi sistem pencernaan untuk memproduksi lebih banyak asam lambung. Jadi, tidak selamanya kunyit bisa diandalkan sebagai obat sakit perut.

Encerkan darah

Konsumsi kunyit membuat seseorang lebih mudah mengeluarkan darah. Belum ada studi yang memastikan apa penyebabnya. Namun manfaat kunyit sebagai penurun kadar kolesterol dan menurunkan tekanan darah kemungkinan memengaruhi darah. Orang yang meminum obat pengencer darah seperti warfarin sebaiknya menghindari konsumsi kunyit dalam jumlah besar.

Memicu kontraksi

Anda mungkin pernah mendengar makan masakan berbumbu seperti kari bisa mempercepat kelahiran. Kendati data ilmiah mengenai hal tersebut sangat minim, studi membuktikan kunyit memicu gejala sakit saat PMS.

Karena punya efek mengencerkan darah, wanita hamil hendaknya menghindari suplemen kunyit. Namun menambahkan kunyit sebagai bumbu masakan dalam jumlah sedikit masih aman dan tidak menimbulkan masalah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement