Senin 24 Sep 2018 04:36 WIB

Ortu Perlu Tahu! Ini Beragam Ciri Depresi Pada Remaja

Orang tua perlu tahu bahwa depresi bisa diobati dengan bantuan ahli kesehatan

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Remaja depresi/ilustrasi
Foto: my-blackberry.net
Remaja depresi/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang beranggapan orang depresi akan terlihat sedih. Padahal, justru kebanyakan orang depresi akan menutupi kondisi mental yang sebenarnya, terlebih lagi saat masih remaja.

Gambar tentang orang depresi masih seputar seseorang yang tidak ingin turun dari sofa atau dari tempat tidur, yang makan jauh lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya, sulit tidur atau ingin tidur sepanjang waktu, yang memiliki masalah dengan kegiatan sehari-hari yang biasa, dan tidak banyak bicara. Anak-anak dan remaja dengan depresi pasti bisa terlihat seperti itu. 

Tapi, depresi bisa terjadi dengan cara yang berbeda juga. Menurut  studi yang dilakukan National Survey on Drug Use and Health tahun 2016, anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun hampir 13 persen mengalami episode depresi besar dengan tanda-tanda yang tidak umum.

Berikut adalah beberapa kemungkinan tanda-tanda depresi di masa muda, dikutip dari HealthHarvad, Senin (24/9).

Nilai Menurun

Ada banyak alasan mengapa nilai dapat turun, termasuk ketidakmampuan belajar, ADHD, bullying, atau penggunaan narkoba. Namun, setiap kali nilai anak menurun, penting untuk memikirkan depresi sebagai kemungkinan penyebabnya.

Iritabilitas dan Kemarahan

 Ada banyak alasan untuk ini, termasuk temperamen, dan remaja sering mudah tersinggung dan marah. Hanya saja kalau itu baru dan terus-menerus terjadi  pada anak atau remaja, maka bisa saja dia mengalami masalah lebih dari biasanya.

Kebosanan

Ketika seorang anak yang dulunya tertarik pada sesuatu tiba-tiba bosan sepanjang waktu.

Kegiatan Berkurang

Tidak ada yang salah dengan menurunnya kegiatan seseorang. Namun, kalau kegiatan tersebut menghilang dan tidak tergantikan dengan kegiatan lain.

Kesulitan dengan Hubungan

Ketika anak-anak dan remaja berkelahi dengan teman atau hanya menghabiskan lebih sedikit waktu daripada biasanya.

Perilaku berbahaya

Pengambilan risiko dalam jumlah tertentu adalah normal, terutama pada remaja. Namun, prilaku itu baru saja terjadi dan terus-menerus, itu tidak normal. 

Keluhan fisik yang persisten

Saat anak atau remaja mengeluh tentang sakit secara fisik, seperti sakit perut, sakit kepala, atau nyeri lainnya, jangan anggap enteng. Tentunya masalah itu perlu mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, hanya saja, ketika kondisi ternyata baik bisa saja menjadi indikasi depresi.

Kelelahan

Ini adalah gejala lain yang perlu diperiksa secara menyeluruh. Sebab, ada banyak alasan medis mengapa seseorang dapat mengalami kelelahan kronis.

Hal yang perlu diingat, depresi adalah penyakit yang bisa diobati dengan bantuan tenaga ahli kesehatan. Jangan dibiarkan begitu saja, sebab dapat menyebabkan masalah kesehatan mental dan fisik jangka panjang, dan bahkan mungkin bunuh diri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement