Senin 10 Sep 2018 06:46 WIB

Dialog Kritis dalam Musik Jason Ranti

Dia duduk santai di panggung sambil bernyanyi membawa gitar dan meniup harmonika

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Penampilan Jason Ranti di Soundrenaline 2018 di GWK, Ahad (9/9)
Foto: Shelbi Asrianti/Republika
Penampilan Jason Ranti di Soundrenaline 2018 di GWK, Ahad (9/9)

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Selentingan kritis lantang dikumandangkan Jason Ranti lewat lagu-lagunya. Musisi folk itu tampil di hari kedua Soundrenaline 2018 di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali, Ahad (9/9).

Seperti ciri khasnya, Jason menarasikan musiknya dengan sederhana. Dia duduk santai di panggung Camp Stage Soundrenaline, bernyanyi, memetik dawai gitar, sambil meniup harmonika.

Narasi musik bersahaja itu membuat penikmat musik di hadapan panggung menyesuaikan dengan tertib duduk lesehan. Jason tidak banyak berbincang, hanya sesekali melontarkan sapa dan gurauan.

"Ternyata harmonikanya kebalik, pantas nggak enak," katanya berseloroh mencairkan suasana setelah membawakan lagu pertama, "Stephanie Anak Seni".

Sederet musik Jason menyuarakan gugat dan keresahan mengenai sekitar, mulai dari kebiasaan anak muda, iman, politik, dan kehidupan. Pemikiran tak lazim itu dibalut dalam lirik nyeleneh namun kekinian.

Musikus kelahiran 22 Oktober 1984 itu santai melantunkan "Hey Kafir" dan "Variasi Pink" yang disambut riuh penonton. Disusul "Lagunya Begini Nadanya Begitu" yang memuat kutipan karya Sapardi Djoko Damono.

Lirik-lirik menohok ala Jason membuat pendengarnya akan terpingkal sambil merenung. Terlebih pada lagu penutupnya, "Doa Sejuta Umat", yang mengisahkan seorang hamba yang berdoa kepada Tuhan.

"Ya Tuhan lindungi aku selalu, dari pikiran seragam, logika yang menyimpang, kurikulum hafalan. Ajari aku rumusan alam," ungkap Jason melalui lagunya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement