Senin 25 Dec 2017 19:07 WIB

Berbagi dan Membaca Buku Tangkal Sindrom January Blues

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Joko Sadewo
Kumpulan buku (ilustrasi)
Foto: Republika/Mutia Ramadhani
Kumpulan buku (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Siapapun bisa terkena sindrom January Blues, perasaan mellow dan cemas di awal Januari setelah pekan liburan berakhir. Jangan khawatir, karena perasaan mengharu biru itu bisa ditangkal dengan cara sederhana.

Yayasan Reading Agency di London, Inggris, menawarkan solusi mudah yaitu membaca dan berbagi buku dengan orang lain. Sejumlah penelitian telah menyajikan bukti substantif mengenai manfaat membaca bagi kesehatan dan kesejahteraan.

Seseorang yang rutin membaca rata-rata lebih puas dan bersyukur atas hidup serta pencapaian yang telah dilakukan. Membaca untuk kesenangan juga meningkatkan rasa empati serta mengurangi gejala depresi.

CEO Reading Agency Sue Wilkinson mengutip survei Asosiasi Pimpinan Sekolah dan Kampus Inggris pada 2016 silam. Hasil survei, membaca dianggap sebagai pengalaman transformatif yang membantu satu dari empat orang dewasa pengidap gangguan mental.

Selain lebih banyak membaca, memberi hadiah buku kepada orang terdekat atau mendonasikannya ke rumah baca juga amat disarankan. Dengan demikian, orang yang sudah gemar membaca bisa menularkan kebiasaan itu kepada lingkungan sekitar.

Setiap orang dianjurkan menjadwalkan waktu khusus untuk membaca bersama sahabat atau keluarga. Wilkinson menyampaikan, Reading Agency memiliki program bernama Reading Friends yang menyatukan orang dari berbagai kalangan serta latar belakang.

"Membaca buku bersama-sama sambil mendiskusikan isi buku setelahnya bisa membantu seseorang membangun jaringan sosial dan terhubung dengan sekelilingnya," ungkap Wilkinson, dikutip dari laman inews.

 
 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement