Jumat 15 Dec 2017 15:29 WIB

Cara Terbaik Menyimpan Manfaat Yoghurt

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari
Makanan hasil dari olahan produk Yogurt yang dikeluarkan oleh Greenfield.
Foto: Republika/Dwina Agustin
Makanan hasil dari olahan produk Yogurt yang dikeluarkan oleh Greenfield.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yoghurt memang menawarkan pelbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, jika tidak disimpan dengan baik, manfaat baik yang ditawarkan pun akan hilang tanpa jejak.

Dalam yogurt terkandung bakteri baik seperti Streptococcus salivarius subsp.thermophilus dan Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus. Hanya saja, bakteri aktif tersebut ternyata bisa terkontaminasi atau justru malah menghilang.

Dengan kondisi yang memudahkan bakteri aktif dan berkembang, tentu saja yoghurt perlu penanganan khusus, selaiknya susu murni. Head of Dairy Manufacturing SEA, PT Greenfields Indonesia, Darmanto Setyawan, menjelaskan yogurt mesti berada di suhu pendingin dari nol sampai empat derajat celcius.

"Kondisi tersebut untuk membuat umur produk tetap terjaga dan tidak membuat bakteri yang sudah di dalamnya mati," kata Darmanto.

Selain itu, jika terjadi pemanasan ketika yoghurt sudah dikemas, dikhawatirkan akan ada kontaminasi. Bisa saja kemasan menjadi penyebab kontaminasi karena suhu udara yang tinggi.

Biasanya, jika sudah terkontaminasi ragi, yogurt akan memiliki bintik-bintik hitam. Namun, jika terkontaminasi kapang, maka akan mudah diketahui dengan bentuk bungkus yang sudah menggelembung.

Darmanto pun menyarankan, untuk yogurt yang sudah dikonsumsi dan terbuka, sebaiknya segera dimakan. Sebab yoghurt tersebut hanya akan bertahan selama empat hari di mesin pendingin. Jika masih tersegel dalam kemasan, yogurt mampu bertahan 21 hingga 40 hari.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement