Senin 04 Dec 2017 08:00 WIB

Layar Kubah, Edukasi Astronomi untuk Anak di Sail Sabang

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari
Penari menampilkan drama kolosal Laksamana Malahayati saat acara puncak Sail Sabang di Sabang, Aceh, Sabtu (2/11). Sail Sabang  akan berlangsung hingga 5 Desember 2017
Foto: Zabur Karuru/Antara
Penari menampilkan drama kolosal Laksamana Malahayati saat acara puncak Sail Sabang di Sabang, Aceh, Sabtu (2/11). Sail Sabang akan berlangsung hingga 5 Desember 2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah sukses menghadirkan  Bioskop Misbar (gerimis bubar) dengan menayangkan sejumlah film lokal dan nasional yang berkelas, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mempersembahkan Layar Kubah sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam penyelenggaraan  Sail Sabang 2017. Layar Kubah yang merupakan media edukasi tentang planet dan tata surya bagi siswa-siswi SD di Kota Sabang ini digelar selama tiga hari, mulai Ahad (3/12) hingga Selasa (5/12) yang berlokasi di SMAN 1 Kota Sabang. Pengunjung yang hadir akan merasakan sensasi yang hampir sama ketika hadir di planetarium.

Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik Bekraf Selliane Halia Ishak menjelaskan penyelenggaran Layar Kubah tersebut berguna untuk menambah pengetahuan sekaligus pengalaman merasakan seolah olah berada di luar angkasa.

"Sebagaimana tahun lalu di Sail Karimata, kita menghadirkan Layar Kubah untuk menunjukkan kepada siswa SD dari kelas 4 sampai kelas 6, tentang merasakan experience berada di sebuah planetarium. Pengetahuan di dalam (layar kubah, red) adalah tentang benda-benda di luar angkasa. Kita akan tahu kapan manusia itu mendarat di bulan dan benda apa saja yang dibawa manusia di bulan," tuturnya dalam siaran pers, Senin(4/12).

Dalam menghadirkan mini planetarium ini, Bekraf bekerja sama dengan Ilmuwan Muda Indonesia (IMI), komunitas yang memiliki minat terhadap bidang astronomi. Seluruh SD di Sabang diundang dengan mengirimkan perwakilannya sebanyak 30 siswa. Termasuk siswa siswi SDN 1 Sabang yang mendapatkan kesempatan pertama  menyaksikan film edukasi tentang astronomi ini.

"Saya bisa melihat planet dan bintang bintang. Seru sekali (menonton, red) bareng teman-teman," tutur Nabila, siswa kelas 6 SDN 1 Sabang.

Layar Kubah  adalah  sebuah mobile planetarium yang dapat dibawa berpindah ke berbagai lokasi. Inti dari planetarium ini adalah kebearadaan proyektor 360 derajat yang menembakkan  gambar ke kubah secara penuh layaknya planetarium. Secara keseluruhan Layar Kubah merupakan bagian dari 16 subsektor ekonomi kreatif baik kontennya (film) dan medium yang digunakannya (seni pertunjukkan).

"Bekraf bertanggung jawab terhadap sektor-sektor yang berkaitan dengan hiburan untuk masyarakat, seperti film dan seni pertunjukkan," ucap Wakil Kepala Bekraf, Ricky J. Pesik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement