Jumat 22 Sep 2017 17:37 WIB

Festival Tanjung Lesung Dorong Wisatawan ke Banten

Tanjung Lesung
Foto: tanjunglesung.com
Tanjung Lesung

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG --  Festival Pesona Tanjung Lesung 2017 yang diselenggarakan 22 sampai 24 September 2017 resmi dibuka. Festival yang bertemakan "Sport & Adventure" ini bakal menghadirkan banyak kegiatan, diantaranya tari tradisional, Rhino X Triathlon, International Paramotor Championship, MTB XC Race, Motor Bike Adventure dan Festival Kolecer & Bebegig, Sunset Trail Run, Kampung 7 Wonder of Banten dan lainnya.

Festival Tanjung Lesung (FTJ) merupakan event tahunan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Provinsi Banten di Pantai Tanjung Lesung. Harapannya festival ini dapat menjadi salah satu ajang promosi untuk mendorong wisatawan domestik maupun mancanagera datang ke Banten Selatan.

"Kita berharap adanya festival ini akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, khusunya ke Pantai Tanjung Lesung, dan umumnya ke objek wisata lain di Pandeglang," kata Wahidin Halim pada Pembukaan Festival Tanjung Lesung bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya di Tanjung Lesung Pandeglang, Jumat (22/9).

Menurut dia, kegiatan Festival Tanjung Lesung merupakan media promosi Pantai Tanjung Lesung yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata serta wahan promosi objek wisata lainnya yang ada di Pandeglang khususnya dan di Banten pada umumnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang ikut meresmikan pembukaan FTL 2017 mengatakan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung ditarget dapat mendatangkan satu juta wisatawan mancanegra (wisman). Dengan begitu, kata dia, dapat mengalihkan 1 miliar dolar AS atau Rp 13 triliun dari kunjungan wisatawan mancanegara tersebut.

"Target saya untuk Banten dengan ikon Tanjung Lesung dan pesonanya itu satu juta wisman. Artinya satu miliar dolar AS, artinya Rp 13 triliun itu akan berdampak langsung kepada masyarakat," kata Menpar Arief Yahya.

Ia mengatakan, target utama pengunjung Tanjung Lesung adalah warga Jabodetabek. Dengan demikian, untuk memenuhi target itu perjalanan yang harus ditempuh maksimal 2 jam, karena jika terlalu lama di perjalanan wisatawan yang datang dari Jabodetabek tidak mau berkunjung ke kawasan wisata ini mengingat perjalanannya selama ini hampir memakan waktu 4 jam perjalanan dari Jakarta.

"Ada 24 juta warga Jabodetabek diharapkan mereka bisa berkunjung ke Tanjung Lesung karena mereka sudah biasa ke puncak, atau Bandung," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement