Senin 28 Aug 2017 11:06 WIB

Waspada Pedofil Dunia Maya

Rep: Desy Susilawati/ Red: Winda Destiana Putri
Kak Seto
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Kak Seto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persoalan pedofilia sepertinya sudah semakin meluas. Bukan hanya mengincar anak perempuan dibawah usia, kini juga marak akun penyuka anak laki-laki kisaran usia dibawah 10 tahun.

Belum lama ini juga diketahui artis Nafa Urbach dengan geram mengadu ke polisi dan minta perlindungan KPAI sejak puterinya diincar oleh kaum pedofil ini. Parahnya lagi, beredar jelas di sosial media akun penyuka singlet yang mencari anak laki-laki yang hanya mengenakan singlet dan dengan percaya diri menggunakan hastag #gaykids.

Fenomena ini tentu meresahkan sebagian besar ibu ibu yg memiliki anak dibawah umur. Karena hal ini pula kebebasan ekspresi memajang foto anak menjadi rasa was was.

Hal ini pun diakui oleh Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto. Pria yang kini memimpin Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), mengatakan baru-baru ini ia mengikuti konferensi mengenai kejahatan terhadap anak di Dallas, Amerika Serikat.

Salah satu yang ditekankan adalah masalah online child pornografi, pornografi anak melalui media darling. "Ini harus diwaspadai sekarang ini karena dengan mengontak anaknya, kalau ada foto yang disebar bisa menjadi gambar model untuk merangsang pedofil, yang kemudian juga akan memulai melakukan upaya untuk melakukan hubungan seks anak yang ada disekelilingnya. Dan kadang-kadang ini bisa pada orang terdekat kita, entah itu guru, entah itu tetangga, entah itu mungkin saudara sendiri, paman dan lainnya," jelasnya kepada Republika.co.id, Ahad (27/8).

Berdasarkan laporan dari LPIA daerah yang ada 28 provinsi, kejahatan seksual yang terjadi pada anak banyak yang terjadi langsung pada anak, bukan yang melalui media sosial. Namun dari konferensi Dallas, kejahatan melalui media daring yang banyak sekali memakan korban tapi tidak terungkap, karena sering pelakunya adalah orang-orang terdekat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement