Jumat 10 Mar 2017 11:11 WIB

Hampir 100 Persen Anak Indonesia Kurang Sayur dan Buah

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari
Kebiasaan anak makan sehat harus ditanamkan sejak usia dini.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Kebiasaan anak makan sehat harus ditanamkan sejak usia dini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Buah dan sayur adalah salah satu komponen penting dalam menu makanan sehat dan bergizi yang bermanfaat dalam mendukung pertumbuhan optimal anak. Namun sayangnya, masih banyak anak yang tidak mendapatkan porsi harian sesuai dengan kebutuhan yang direkomendasikan.

Sebanyak 97,7 persen dari anak dibawah usia 5 tahun di Indonesia tidak mengonsumsi cukup buah-buahan dan sayuran.  Sebagai upaya untuk mengajak masyarakat mulai membiasakan diri mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bersama 20 Kementerian dan lembaga terkait pada November 2016 lalu telah mencanangkan program nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Program ini berfokus pada tiga aktivitas utama, dimana salah satu fokus utama program nasional GERMAS ini adalah mengonsumsi buah dan sayur.

Sebagai kontribusi dan dukungan nyata dalam mendukung program nasional GERMAS, Sarihusada melalui susu pertumbuhan SGM Eksplor dengan Buah & Sayur kembali meluncurkan “PAUD Healthy Eating Habit (HEH)” yang akan dilaksanakan di 20 PAUD di daerah Jakarta, Tangerang dan Jawa Barat.Program ini merupakan salah satu cara untuk mewujudkan Indonesia sehat dan menanamkan kebiasaan mengkonsumsi buah dan sayur sejak kecil.

Brand Manager SGM Eksplor Buah & Sayur, Diana Beauty, menjelaskan bahwa setelah sebelumnya pernah digelar di 6 PAUD pada tahun 2016, kali ini PAUD Healthy Eating Habit menjangkau lebih banyak PAUD dengan program-program baru yang lebih menarik dan menjawab kebutuhan. “SGM Ekpslor dengan Buah dan Sayur berupaya memperkenalkan dan meningkatkan kesukaan anak terhadap buah dan sayur melalui cara yang menyenangkan. Seluruh rangkaian program akan berlangsung selama enam minggu di sepuluh PAUD di daerah Jakarta dan Tangerang, dilanjutkan dengan sepuluh PAUD di Jawa Barat. Program ini meliputi penyediaan makanan bergizi, buah-buahan dan sayur-mayur, serta susu pertumbuhan SGM Eksplor dengan Buah & Sayur bagi 1.000 anak didik di PAUD," jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/3).

Ia menambahkan tahun ini, program dilaksanakan secara berkala mulai bulan Maret hingga September 2017. Melalui program ini, SGM berharap agar ibu-ibu di Indonesia menyadari pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak melalui edukasi tentang gizi dan pola makan sehat, termasuk di dalamnya konsumsi buah dan sayur. “Kami percaya bahwa tumbuh kembang optimal anak harus didukung tidak hanya oleh nutrisi yang tepat, tetapi juga edukasi yang efektif," tambahnya.

Program HEH ini menyasar orangtua dan anak dengan cara yang interaktif, menyenangkan dan berkesinambungan. Bila hanya one-shot program saja, perubahannya tidak akan berkelanjutan. Dan kuncinya adalah keterlibatan aktif orangtua dan guru dalam program ini agar memahami manfaat buah dan sayur, serta menguasai cara memberikan buah dan sayur yang lebih efektif untuk anak. "Dengan para orangtua bergantian menyediakan buah dan sayur setiap hari untuk anak-anak mereka di PAUD, mereka jadi lebih semangat untuk mempraktikkannya di rumah masing-masing,” tutup Diana.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement