Rabu 07 Dec 2016 13:20 WIB

Film Marlina Ingin Promosikan Cantiknya Sumba

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari
Di balik layar pembuatan film Marlina Pembunuh Empat Babak yang berlatar tanah Sumba.
Foto: ist
Di balik layar pembuatan film Marlina Pembunuh Empat Babak yang berlatar tanah Sumba.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selain menunjukkan keberanian ekstrem sosok perempuan Sumba, ada muatan spesifik lain dalam film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. Sinema garapan Cinesurya Pictures dan Kaninga Pictures bersama mitra ko-produksi Prancis Yisha Production itu ingin mempromosikan cantiknya Sumba.

"Kami ingin lebih mengeksplorasi detail-detail menarik Sumba yang belum banyak diketahui, keindahan yang belum banyak terekspos, apalagi untuk penonton internasional yang mungkin belum tahu betapa beragamnya Indonesia," ujar sutradara film, Mouly Surya.

Perempuan kelahiran Jakarta, 10 September 1980 itu menceritakan, ide awal cerita datang dari sineas senior Garin Nugroho. Pada 2014, Garin menawarkan naskah awal mengenai kisah perempuan Sumba kepada Mouly yang skenarionya lantas ia rampungkan bersama Rama Adi.

Di tahun yang sama, Mouly segera melakukan riset bersama tim ke pulau di Nusa Tenggara Timur tersebut. Tak hanya menampilkan indahnya lansekap Sumba, lulusan program magister di bidang film dan televisi Bond University, Australia itu juga merekam aktivitas kemasyarakatan setempat lantas mengemasnya dalam versi dramatis khas film.

Pemeran tokoh Novi, Dea Panendra, turut berharap film yang ia bintangi bisa membuat banyak orang lebih mengetahui keindahan Sumba. Ia menyayangkan Sumba kerap disebut sebagai pulau yang terlupakan bahkan kerap tertukar dengan Sumbawa yang jelas-jelas berbeda.

"Sumba keren banget, pemandangan yang dilihat bikin lupa sama panasnya. Semoga setelah nonton Marlina, banyak orang jadi ingin pergi ke Sumba," kata perempuan kelahiran Bandung, 18 Januari 1991 itu.

Film berdurasi 90 menit tersebut direncanakan rilis pada rentang akhir 2017 hingga awal 2018. Selain penayangan di Indonesia, film yang mendapatkan subsidi pembiayaan Aide aux cinemas du monde dari pemerintah Prancis itu juga bakal diusung ke beberapa festival dunia dan pasar film internasional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement