Rabu 02 Nov 2016 04:50 WIB

Kesehatan Gigi Anak Perlu Perhatian Lebih

Seorang anak diperiksa gigi pada Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang digelar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Unilever Indonesia, di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unpad, Kota Bandung,
Foto: Republika/Edi Yusuf
Seorang anak diperiksa gigi pada Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang digelar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Unilever Indonesia, di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unpad, Kota Bandung,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI) mengimbau para orang tua lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut anaknya walaupun masih berupa gigi sulung.

"Walaupun gigi sulung anak kelak terganti dengan gigi tetap, orang tua sebaiknya tetap memperhatikan kesehatannya. Jangan ke dokter gigi ketika gigi sakit saja, karena anak-anak cenderung tidak mau giginya disentuh kalau sakit," kata Ketua IDGAI Pusat Udijanto Tedjosasongko dalam jumpa pers mengenai kesehatan gigi dan mulut di Jakarta, Selasa (1/11).

Kepala Jurusan Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya tersebut berpesan bahwa masalah rongga mulut anak-anak dapat mengganggu proses belajar dan perkembangan tubuhnya.

Masalah rongga mulut pada anak membuatnya sulit mengunyah sehingga tidak bisa mengonsumsi nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang.

"Mencegah lebih baik daripada mengobati, pendekatannya yaitu dengan datang untuk konsultasi ke dokter gigi anak," ujar Udijanto.

Dia juga menjelaskan bahwa penggunaan pasta gigi sejatinya diperuntukkan bagi anak yang sudah bisa berkumur, karena

apabila tertelan dalam jumlah yang banyak dan terus menerus dapat menyebabkan fluorosis gigi.

Permasalahan gigi dan mulut masih sering ditemui karena masih kurangnya pemahaman masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan baik sejak usia dini.

"Kesehatan gigi belum menjadi prioritas. Kalau sejak anak-anak sudah salah (merawat gigi), maka bisa berlanjut sampai dewasa," ucap Udijanto.

Perawatan yang paling mudah adalah dengan membersihkan gigi secara benar untuk menghindari penumpukan kotoran atau plak yang menjadi penyebab berbagai masalah gigi seperti gigi karies dan gigi sensitif.

Selain rutin membersihkan gigi, masyarakat juga perlu kontrol ke dokter gigi setiap enam bulan sekali guna memastikan kesehatan rongga mulut.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement