Jumat 23 Sep 2016 12:59 WIB

Konferensi Gastronomi Bakal Perkuat Wisata Kulier Indonesia

STP Trisaksi didukung Kementerian Pariwisata akan menggelar kegiatan Tourism Gastronomy Destination International Conference (TGDIC) 2016
Foto: IST
STP Trisaksi didukung Kementerian Pariwisata akan menggelar kegiatan Tourism Gastronomy Destination International Conference (TGDIC) 2016

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Potensi wisata kuliner di Indonesia sangat tinggi. Termasuk kuliner gastronomi yang telah berkembang luas di negara-negara Eropa.

Namun pada kenyataanya kuliner gastronomi di Indonesia masih tertinggal jauh. Untuk itulah Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti bersama Kementerian Pariwisata menggelar "Tourism Gastronomy Destination International Conference (TGDIC) 2016" yang akan dilangsungkan pada 14 hingga 15 November 2016.

Gastronomi adalah sebuah pengalaman berwisata yang dibentuk oleh makanan dan keaslian budaya dan lokal memberikan keunikan story telling. Wisatawan dalam berkuliner tidak hanya menikmati rasa, tapi juga mendapat pemahaman tentang kekuatan budaya di dalam masukan tersebut (story telling) serta ragam kandung nutrisi.

Chondro Suryono, Pembantu Ketua I Bidang Akademik Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti mengatakan, TGDIC bertujuan mendukung program-program pengembangan pariwisata pemerintah serta memberikan kontribusi kepada masyarakat luas tentang wawasan pariwisata, khususnya pengembangan destinasi pariwisata dan pariwisata gastronomi.

"Mengingat sektor pariwisata adalah sektor unggulan pemerintah, maka kami sebagai akademisi merasa harus memiliki kontribusi. Kegiatan ini juga bagian dalam rangkaian peringatan usia kami yang ke-47 tahun," ujar Chondro Suryono, Kamis.

Chondro mengatakan, dalam pariwisata dengan basis kuliner, khususnya gastronomi, banyak sekali komponen yang belum dipahami masyarakat maupun industri.

"Inilah yang akan kita bahas dalam konferensi nanti. Konferensi akan semakin menatik dengan adanya keterkaitan pengembangan destinasi yang juga ternyata dapat dihubungkan dengan potensi industri gastoronomi daerah.

TGDIC nantinya akan menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri dengan berbagai topik pembahasan menarik bidang destinasi pariwisata dan pariwisata gastronomi. Beberapa pakar internasional bidang gastronomi dan destinasi dipastikan hadir.

Diantaranya adalah Professor Michael Hitchcock dari University of London, Professor Theodore Benetatos dari IMI University Centre, Swiss, serta pakar-pakar internasional lainnya yang akan berkolaborasi dengan pakar nasional seperti Adrian Ishak (Pakar Fine Dining), Sisca Soewitomo (Praktisi Industri Kuliner), Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung), Rosan Roslani (Ketua KADIN Indonesia) dan lainnya.

TGDIC 2016 rencananya akan dibuka oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan ditutup oleh Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.

"Dengan kegiatan ini kami harapakan networking juga tercipta dengan kuat agar pelaksanaan serupa dapat digelar tahun depan," ujar Chondro.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement