Rabu 08 Jun 2016 10:30 WIB

7 Cara Efisien Mendisiplinkan Anak

Rep: MGROL69/ Red: Andi Nur Aminah
Mendisiplinkan anak (ilustrasi)
Foto: Universal Scribbles
Mendisiplinkan anak (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Sebagian anak cenderung sulit diberikan perintah dan larangan dalam beraktivitas. Mereka memilih untuk melakukan hal-hal yang menurut mereka menyenangkan. Tidak sedikit yang melakukan penolakan dengan melempar barang, mengamuk, menangis, berteriak dan lainnya.

    

Beberapa peneliti berpendapat bahwa pemberontakan dari anak terjadi karena kebutuhan anak untuk diperhatikan oleh orang tuanya. Selain itu, hal ini terjadi karena masalah psikologis atau bahkan tanda-tanda gangguan sosial tertentu pada anak.

Meskipun sulit untuk menentukan bagaimana mengajarkan kedisiplinan pada anak-anak, namun hal ini harus diterapkan demi kebiasaan dan perilaku yang baik. Dilansir Boldsky, ada beberapa cara efektif yang dapat dilakukan untuk mendisiplikan anak-anak.

    

Ikuti rutinitas yang konsisten setiap hari

Mengetahui rutinitas anak saat makan, tidur dan menonton televisi dan memastikannya terhindar dari perilaku menyimpang. Hal ini memungkinkan anak tahu bahwa aturan-aturan tertentu harus diikuti tanpa penjelasan lisan.

    

Bersiaplah untuk kebutuhan anak

Saat berpergian, usahakan untuk membawa makanan dan air. Hal ini untuk menghindari anak merengek di tempat umum.

Mengatakan 'Tidak'

Katakan 'tidak' untuk hal-hal yang akan menjadi kebiasaan buruk pada anak. Usahakan memberikan penjelasan tentang mengapa mereka tidak perlu untuk melakukan hal tersebut secara sering.  

Mengatakan 'Ya'

Biarkan mereka tahu bahwa mereka tidak dapat memiliki semua yang mereka inginkan. Dengan mengatakan 'ya' dan memenuhi keinginannya, akan menjadi hal yang negative di kemudian hari dan membuat mereka menjadi lebih egois.

 

Jangan melakukan kekerasan fisik

Memang sulit untuk berurusan dengan anak yang banyak mau, tetapi dengan melakukan kekerasan fisik malah akan membuat mereka menjadi lebih buruk. Kemungkinan mereka akan menjadi sangat takut pada orang tuanya atau justru meningkatkan amarah mereka.

    

Memberikan perhatian

Kebanyakan anak-anak membuat ulah ketika mereka merasa sedang diabaikan. Maka dari itu,  disarankan untuk memberikan perhatian ketika anak sedang beraktivitas (tidak berlebihan) agar mereka merasa diperdulikan.

    

Terlihat lebih tenang di depan anak

Jadilah orang tua yang tenang saat berhadapan dengan anak. Jagalah nada suara tegas tetapi tenang. Ketika memilih untuk marah, dapat membuat anak memilih untuk melanjutkan perilaku buruk mereka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement