REPUBLIKA.CO.ID, Setelah sang buah hati lahir ke dunia, dokter dan tim biasanya akan melakukan serangkaian tes kesehatan. Ini untuk memastikan bayi Anda sehat. Apa saja jenis tes yang dijalani bayi Anda setelah lahir? Berikut pemaparannya, dilansir dari Mother and Baby UK, Rabu (25/5).
Apgar
Apgar adalah tes pertama yang akan dijalani bayi Anda setelah kelahirannya. Apgar singkatan dari appearance, pulse, grimace, activity, respiration. Tujuannya mengevaluasi kondisi fisik bayi dan melihat apakah dia memerlukan perawatan khusus.
Bidan atau dokter akan mencatat skor Apgar pada bayi Anda sebanyak dua kali. Yaitu satu menit setelah lahir dan lima menit setelahnya. Skor Apgar ini meliputi pemeriksaan detak jantung, pernapasan, otot, refleks, dan warna kulit bayi.
Skornya berkisar nol hingga 10 dengan skor normal minimal tujuh. Bayi Anda juga akan ditimbang, diperiksa fontanel (bagian lembut di atas tempurung kepalanya), dan pemeriksaan lingkar kepala serta panjang tubuh.
Pemeriksaan fisik
Selama 24 jam pertama, bayi Anda akan menjalani pemeriksaan fisik, mencakup jantung dan paru-paru, perut, telinga dan mulut, pinggul, tulang belakang, alat kelamin, tubuh bagian belakang, dan fitur fisik. Semua tes ini dilakukan untuk memastikan bayi tidak mengalami down syndrome.
Pemeriksaan mata
Seorang bidan atau dokter secara visual akan memeriksa penampakan dan posisi mata bayi Anda. Sebuah cahaya dari oftalmoskop akan bersinar ke matanya untuk memeriksa refleks merah dari retina. Di sini akan diketahui apakah mata bayi Anda bermasalah, termasuk di dalamnya katarak atau infeksi mata.
Tes refleks
Refleks bayi, seperti kemampuan menggenggam, mengisap dan menelan juga akan diuji. Refleks yang paling sering diuji adalah refleks moro atau refleks kejut. Contohnya, ketika bayi sedikit diayun ke atas dan ke bawah, dia semestinya melempar kedua lengan dan jari-jarinya, juga meregangkan kakinya.
Tes vitamin K
Vitamin K sangat penting untuk pembekuan darah dan menghentikan pendarahan. Banyak bayi terlahir dengan nutrisi vitamin K amat sedikit sehingga bisa mengakibatkan pendarahan internal. Bayi Anda biasanya akan ditawarkan suntikan nutrisi ini. Jika Anda memilih bayi Anda tak perlu disuntik, maka Anda bisa memberikan dosis oral ke mulutnya.
Heel prick test
Tes ini dilakukan lima hingga delapan hari setelah bayi lahir. Bidan atau dokter akan mengumpulkan sampel darah dari tumit bayi Anda. Ini tidak akan menyakiti bayi. Tujuan tes ini adalah memeriksa beberapa kondisi genetik langka, namun berpotensi serius, termasuk di dalamnya cystic fibrosis, hipotiroidisme, dan PKU fenilketonuria.