Rabu 18 May 2016 18:36 WIB

Jelang Ramadhan, Permintaan Perjalanan Wisata Meningkat

Warga membeli tiket pesawat di salah satu agen tiket perjalanan di Jakarta, Selasa (3/2). (Republika/ Yasin Habibi)
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Warga membeli tiket pesawat di salah satu agen tiket perjalanan di Jakarta, Selasa (3/2). (Republika/ Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID, SEDMARANG -- Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Jawa Tengah menyatakan menjelang bulan puasa permintaan perjalanan wisata meningkat hingga 40 persen.

"Saat ini justru sedang naik-naiknya karena pada saat bulan puasa mendatang biasanya tidak ada aktivitas wisata," kata Ketua ASPPI Jawa Tengah Pranoto Hadi Prayitno di Semarang, Rabu (18/5).

Terkait dengan tarif saat ini, pihaknya mengakui ada kenaikan sekitar 10-20 persen dibandingkan dengan tarif saat normal.

"Peningkatan tarif ini mengikuti tarif armada transportasi dan tiket masuk ke destinasi wisata yang mengalami perubahan," katanya.

Sementara itu, penurunan pada saat bulan puasa atau Ramadhan akan terjadi selama tiga minggu tepatnya dari minggu pertama hingga H-7 Lebaran.

Setelah itu, akan kembali terjadi peningkatan permintaan perjalanan tetapi untuk mudik Lebaran.

"Khususnya untuk agen-agen wisata yang menyediakan armada transportasi, ini akan mendapatkan keuntungan," katanya.

Meski demikian, bagi agen-agen perjalanan wisata yang ingin mendongkrak permintaan saat bulan Ramadhan, pihaknya mengimbau agar membuka perjalanan wisata yang bersifat keagamaan.

"Saat bulan Ramadhan orang cenderung ingin melakukan kegiatan yang berbau keagamaan. Bisa juga mengadakan acara yang berbau keagamaan, sehingga agen tetap memiliki nilai jual untuk paket wisata tersebut," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement