Selasa 15 Mar 2016 09:17 WIB

Pangek Pisang, Kudapan Tradisional Solok Selatan

Pangek Pisang
Foto: AET
Pangek Pisang

REPUBLIKA.CO.ID, Perpaduan manisnya pisang yang alami dan gurihnya santan kelapa membuat mulut ingin berlama-lama mengunyah pangek pisang. Ini adalah menu tradisional dari Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) yang masih eksis hingga hari ini.

Kue tradisional berbahan dasar pisang itu akan lebih nikmat saat disantap bersama ketan hitam yang ditaburi parutan kelapa di atasnya. di Solok Selatan, kabupaten yang berbatasan dengan Kerinci, Jambi, ini, pangek pisang biasanya hanya dihidangkan pada acara-acara pernikahan, serta helatan adat lainnya, seperti tradisi 'turun mandi anak'.

Kini, untuk bisa mencicipi gurihnya pangek pisang, tak harus lagi menunggu ada pesta pernikahan. Karena kini, kudapatan tradisional itu sudah mulai diperkenalkan ke khalayak sebagai wisata kuliner.

Seorang pemuda Solok Selatan Yondra Efendi yang berasal dari Pinti Kayu, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, nekat membuka warung dengan salah satu menu utamanya adalah pangek pisang.

Pada awalnya pria yang sempat bekerja di Jakarta ini hendak mencicipi pangek pisang. Namun karena sulit dijumpai, akhirnya ia punya ide untuk membuat sendiri. Selanjutnya dia pun menjualnya langsung di warung yang sedang dirintisnya.

"Motivasi saya adalah memperkenalkan pangek pisang sebagai wisata kuliner di Solok Selatan. Sulitnya mencari pangek pisang di sini karena harus menunggu ketika ada hajatan pernikahan. Itu pun yang mendapat pangek pisang orang-orang tertentu saja," katanya di Padang Aro, Solok Selatan.

Dengan memperkenalkan pangek pisang secara umum, akan lebih mudah untuk melestarikannya sehingga tidak tergusur oleh beragam makanan cepat saji atau lainnya. 

Sebelum membuka warung yang berada di daerah Lundang, Kecamatan Sungai Pagu ini, selama seminggu ia melakukan percobaan untuk menemukan rasa khas agar berbeda dengan pangek pisang yang selama ini. Tujuannya tentu saja agar memiliki nilai jual.

"Bahan-bahannya masih sama yakni pisang batu atau kepok, santan kelapa dan kunyit. Yang berbeda tentunya takaran bumbu dan cara memasak serta penyajiannya karena ini untuk dijual," jelasnya.

Untuk membuat pangek pisang ini, terlebih dahulu setelah pisang dikupas kemudian direbus bersama santan, gula dan kunyit selama satu jam. Pisang nantinya akan berubah warna menjadi kuning. Setelah santan tersebut meresap ke dalam pisang, segera diangkat dan siap disajikan kepada pembeli.

 

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement