Sabtu 12 Mar 2016 11:52 WIB

Menggali Potensi Wisata di Perbatasan Entikong

Rep: Reiny Dwinanda/ Red: Dwi Murdaningsih
Perbatasan RI-Malaysia di Entikong, Kalimantan Barat.
Foto: ISTIMEWA
Perbatasan RI-Malaysia di Entikong, Kalimantan Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memboyong pedangdut Siti Liza dan penyanyi melayu Firman "Idol" ke Entikong, Kalimantan Barat. Sabtu (12/3) siang ini.

Keduanya akan menjadi magnet bagi warga perbatasan untuk datang ke Festival Wonderful Indonesia. Konser musik yang dihelat di lapangan Patoka itu ditargetkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari Malaysia dan Brunei Darussalam ke Indonesia.

"Tengok saja Belanda yang dijadikan destinasi wisata warga Belgia, Jerman, dan Prancis," ungkap Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Luar Negeri Kemenpar, I Gde Pitana.

Menurut dia, potensi cross border tourism sangat besar, terutama perbatasan darat. Pariwisata di kawasan perbatasan sebelumnya sukses digeliatkan Kemenpar di Aruk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada akhir Februari lalu. Konser di Entikong menjadi event kedua yang digelar di daerah perbatasan.

"Festival Wonderful Indonesia bukan saja soal ekonomi, tetapi juga memiliki fungsi sosial, politik, budaya, dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Pitana.

Selama ini, arus pelintas batas negara lebih deras mengalir ke Malaysia. Baik dari sisi jumlah orang yang menyebrang dari Entikong ke Sarawak maupun nominal transaksi jual-beli. Festival Wonderful Indonesia ini merupakan salah satu strategi Kemenpar untuk minat wisatawan asing untuk datang ke Entikong.

Kemenpar sengaja mengusung musik dangdut dan melayu di konser musik Festival Wonderful Indonesia karena sejalan dengan genre yang disukai warga perbatasan. Kedepannya, festival yang telah diinisasi Kemenpar ini akan dilanjutkan oleh pemerintah daerah setempat. "Penyelenggaraan Festival Wonderful Indonesia di Entikong juga diharapkan akan menggerakan perekonomian masyarakat lokal dengan adanya kegiatan konser musik, pameran dan bazar, serta aneka lomba yang dikunjungi banyak orang," ujar Pitana.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement