REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemunculan publik dari aktor dan komedian legendaris Jim Carrey memicu gelombang spekulasi liar di media sosial. Setelah beberapa tahun jarang tampil di hadapan publik, kehadirannya di sebuah ajang penghargaan di Paris justru memunculkan teori konspirasi, mulai dari isu kematian hingga klaim bahwa dirinya telah dikloning oleh sosok lain.
Aktor berusia 64 tahun itu dikenal luas lewat perpaduan komedi fisik energik dạn kemampuan dramatis dalam film-film populer seperti The Mask dan Dumb and Dumber. Namun, penampilan terbarunya dinilai sebagian warganet sangat berbeda dari sosok yang mereka kenal.
Carrey hadir untuk menerima penghargaan kehormatan dalam ajang Cesar Awards ke-51 yang digelar di Paris, Prancis, pada 26 Februari 2026. la tampil mengenakan mantel tweed hitam, dasi kupu-kupu, serta rambut gelap sebahu.
Dalam pidatonya yang disampaikan dalam bahasa Prancis, Carrey menyampaikan rasa terima kasih kepada putrinya Jane, cucunya Jackson, kekasihnya Mina, serta mengenang mendiang ayahnya, Percy. la juga mengungkapkan latar belakang keluarganya, dengan mengungkap bahwa leluhurnya, Marc-Francois Carre, melakukan perjalanan dari Prancis ke Kanada sekitar 300 tahun lalu.
Spekulasi mengenai teori kloning bermula dari satu kalimat yang diucapkan Carrey saat bercanda mengenai kemampuannya berbahasa Prancis. Pada kesempatan itu, dia mengaku sudah meninggal.
"Saya sudah mati. Saya membuat banyak kesalahan. Saya masih pemula. Tetapi saya merasakan banyak cinta, banyak apresiasi karena saya sudah mencoba. Apa yang saya katakan itu benar," kata Carrey seperti dilansir laman International Business Times UK, Senin (2/3/2026).