Jumat 01 Jan 2016 06:26 WIB

Tangani Keputihan Saat Hamil

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Winda Destiana Putri
Hamil
Hamil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wanita yang hamil menjelang 15 pekan biasanya mengalami berbagai gejala kehamilan, mulai dari mual, muntah, sakit kepala, kelelahan, sakit punggung, hingga keputihan tak biasa.

Keputihan saat kehamilan merupakan gejala normal, namun ada beberapa di antaranya yang membutuhkan perawatan medis.

Ketika kram atau pendarahan menyertai keputihan, ibu hamil perlu mencari dokter segera. ROLers, berikut adalah penyebab keputihan pada wanita hamil, dilansir dari Livestrong, Kamis (23/12).

Leukorrhea

Leukorrhea adalah peningkatan cairan normal di wilayah Miss-V. American Pregnancy Association menunjukkan cairan ini berbau ringan bewarna putih susu. Ibu hamil tak perlu khawatir dengan kondisi ini, namun perlu menjaga kondisi Miss-V tetap bersih dan sekering mungkin.

Ibu hamil tak harus menggunakan pembalut selama hamil untuk menyerap keputihan, sebab itu justri menyebabkan kuman mudah masuk ke Miss-V. Penggunaan pantyliner sehabis mandi dibolehkan, namun usahakan yang tidak berbau dan digunakan saat cairan keputihan banyak.

Jamur

Peningkatan estrogen selama kehamilan menyebabkan tubuh wanita memproduksi glikogen lebih banyak. Hal ini membuat jamur (yeast) tumbuh subur di area gelap dan lembab. Miss-V tentu menjadi lingkungan sempurna untuk berkembangnya ragi.

Menjaga Miss-V tetap kering dan bersih mengurangi risiko infeksi. Gejala infeksi jamur ini meliputi kemerahan, gatal, cairan keputihan tebal bewarna putih, serta berbau ringan seperti roti.

Infeksi jamur memerlukan pengobatan antijamur. Krim supositoria untuk Miss-V bisa digunakan. Meski obat ini tersedia di toko-toko obat, namun wanita harus beronsultasi dulu dengan dokter kandungan.

Infeksi lainnya

Infeksi Miss-V lain yang lebih serius memerlukan perawatan medis untuk mencegah komplikasi, termasuk keguguran. Jika cairan keputihan terlihat kuning dan hijau, berbau kuat, disertai gatal dan kemerahan, maka Miss-V telah mengalami infeksi bakteri. Infeksi bakteri pada wanita hamil bisa terjadi di daerah pinggul, Miss-V dan saluran kencing.

Keguguran

Keguguran umumnya terjadi menjelang 12 pekan kehamilan. Keguguran juga masih terhadi pada usia kehamilan 15 pekan. Gejalanya meliputi sakit perut yang kuat, kram melebihi kram saat menstruasi, hingga pendarahan pada vagina.

Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik biasanya terdeteksi diawal kehamilan. Hal ini terjadi ketika telur yang dibuahi menempel di bagian luar rahim. Ini bisa menjadi kondisi serius jika tak terdeteksi. Tanda-tanda awal kehamilan ektopik adalah pendarahan dan rasa sakit pada Miss-V. Rasa sakit juga terasa di panggul, perut, atau dalam kasus paling parah di bahu dan leher. (Mutia Ramadhani

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement