Jumat 23 Feb 2024 20:53 WIB

Pakar: Penyebab Keputihan Abnormal karena Bakteri

Selain abu-abu, warna keputihan juga bisa menjadi merah muda.

Penyebab keputihan tak normal pada wanita berdasarkan warna seperti abu-abu karena pertumbuhan bakteri yang tak normal.
Foto: www.freepik.com
Penyebab keputihan tak normal pada wanita berdasarkan warna seperti abu-abu karena pertumbuhan bakteri yang tak normal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar obstetri dan ginekologi di RSUD Tanjung Priok dr Jimmy Panji Wirawan SpOG menyebutkan, penyebab keputihan tak normal pada wanita berdasarkan warna seperti abu-abu karena pertumbuhan bakteri yang tak normal.

"Pertumbuhan bakteri yang tak normal kemudian bisa menyebabkan vaginosis bakterialis yakni suatu infeksi pada saluran yang menghubungkan rahim dan leher rahim ke luar tubuh atau sering disebut vagina," kata Jimmy dalam seminar daring di Jakarta, Jumat (23/2/2024).

Baca Juga

Ia menjelaskan, vagina itu ada kumannya dan jika cukup serat maka biasanya tidak akan membuat keputihan.

"Kalau seratnya kurang, lebih gampang terjadi keputihan, lebih mudah terjadi pertumbuhan abnormal bakteri yang ada vagina, itu yang menyebabkan vaginosis bakterialis," katanya.

 

Keputihan, imbuh dia, sebenarnya normal dijumpai pada wanita, berupa cairan yang dikeluarkan vagina dan mulut rahim atau serviks, berwarna jernih, tidak menyebabkan gatal dan mengeluarkan bau.

Biasanya kondisi itu, lanjut dia, terjadi menjelang masa subur seorang wanita dan saat seorang wanita hamil.

Namun, tegasnya, sejumlah hal bisa menyebabkan keputihan menjadi tidak normal dan salah satunya infeksi bakteri tertentu sehingga menyebabkan vaginosis bakterialis.

Karenanya, kata dia, tanda suatu keputihan bisa dikatakan tak normal atau abnormal salah satunya dari warna.

"Kalau warnanya jernih, biasanya keputihan yang normal. Kadang-kadang mau mendekati masa subur, bisa terjadi keputihan," katanya.

Selain abu-abu, warna keputihan juga....

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement