REPUBLIKA.CO.ID, Gangguan pendengaran pada anak dan bayi bisa terjadi pada proses kehamilan. Mayoritas gangguan pendengaran tersebut akibat adanya beberapa penyakit, seperti toksoplasma, rubella, sipilis atau raja singa, meningitis, campak, ensefalitis, luka di daerah kepala, dan sebagainya.
"Gangguan telinga hebat anak bisa ditemukan tiga dari 1.000 kelahiran, yang biasanya sering karena penyakit toksoplasma, rubella, sipilis atau raja singa," kata Dokter Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Artono Sp THT KL, baru-baru ini.
Ia mengatakan, jumlah yang ditemukan oleh tim dokter RSUD Dr, Soetomo juga dapat meningkat hingga tiga kali lipat saat kelahiran, yaitu ketika ibu menjalani tindakan medis akibat persalinan tidak normal.
"Selain disebabkan penyakit pada saat hamil, seperti mengalami infeksi TORCH yaitu toksoplasma, rubella, sitomegalovirus, herpes, juga dikarenakan beberapa faktor seperti Lahir belum cukup bulan (prematur)," tuturnya.