Sabtu 21 Nov 2015 20:32 WIB

Pria Ini Coba Bantu Jutaan Tunanetra 'Melihat' Lukisan Mona Lisa

Rep: c01/ Red: Hazliansyah
Mona Lisa, Lukisan karya Leonardo Da Vinci
Foto: ibiblio.org
Mona Lisa, Lukisan karya Leonardo Da Vinci

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan CEO Jolla, Marc Dillon, memiliki satu misi untuk membuat para tunanetra dapat menikmati karya seni lukis klasik, Mona Lisa. Untuk itu Dillon membentuk sebuah proyek nonprofit yang dinamai Unseen Art.

"Karya-karya seni klasik dunia merupakan sesuatu yang kami yakini seharusnya dapat diakses oleh semua orang dan gratis. Karena itu kami melakukan ini," terang Dillon.

Melalui proyek non-profit Unseen Art, Dillon mencoba menggalang dana sebesar 50 ribu Dolar Amerika atau kurang lebih sekitar Rp 684 juta guna membangun sebuah platform perangkat lunak. Platform ini, lanjut Dillon, akan memungkinkan para seniman 3D untuk mengunggah hasil karyanya dan juga memungkinkan siapa pun yang ingin mencetak karya tersebut untuk mengunduh secara gratis.

Dillon mengatakan karya seni pertama yang akan coba diwujudkan oleh Unseen Art ialah lukisan Mona Lisa. Lukisan ini akan dirancang desain 3D-nya, sehingga lembaga organisasi hingga para penyandang tunanetra dapat mengunduh lukisan 3D tersebut dan mencetaknya dan dinikmati mahakarya klasik tersebut oleh para tunanetra.

Saat sedang memikirkan ide mengenai proyek Unseen Art ini, Dillon mengaku mengalami satu kisah yang tidak ia lupakan. Ia bertemu seorang wanita yang menyandang tunanetra sejak lahir dan berprofesi sebagai seniman sekaligus musisi.

Kepada Dillon, wanita ini bercerita bahwa ia telah mendengar berbagai cerita mengenai lukisan Mona Lisa sepanjang hidupnya. Meski begitu, karena keterbatasan inderanya, hingga saat ini ia masih belum dapat membayangkan seperti apa sebenarnya lukisan Mona Lisa tersebut.

"Sangat menarik terlibat dalam proyek ini dan melihat bahwa proyek ini dapat menyentuh orang banyak," ujar Dillon.

Berdasarkan data dari the Royal National Institute of Blind People ada hampir dari dua juta orang di Inggris yang mengalami gangguan pengelihatan. Jika proyek ini berhasil direalisasikan, maka dua juta penyandang tunanetra di Inggris dan para penyandang tunanetra di berbagai belahan dunia akan dapat 'melihat' dan menikmati berbagai karya seni lukisan klasik, termasuk Mona Lisa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement