Senin 16 Nov 2015 02:11 WIB

Wonderful Indonesia Festival 2015 Sapa Publik di Melbourne

Red: M Akbar
Logo 'Wonderful Indonesia'
Logo 'Wonderful Indonesia'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kampanye pariwisata Wonderful Indonesia terus bergabung ke sejumlah negara. Kali ini kampanye tersebut diwujudkan dengan seuah perhelatan bertajuk Wonderful Indonesia Festival 2015 yang digelar di Queensbridge Square, Melbourne, Australia.

Pada festival ini dihadirkan kolaborasi antara seni tradisi, musik popular, artis kedua negara, interaktif, kuliner, hingga promosi pariwisata dengan pemberdayaan komunitas Indonesia yang ada di negara Kanguru tersebut.

 

Berdasarkan laporan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (15/11) malam, kegiatan ini telah menyedot lebih dari 5 ribu anak muda untuk memadati Queensbridge Square. Menteri Pariwisata Indonesia, Arief Yahya, berharap hadirnya festival ini akan bisa memikat warga dari Australia untuk menyambangi destinasi wisata di Indonesia.

''Acaranya sukses, semua pihak happy. Branding Wonderful Indonesia terus kami kampanyekan. Pemerintah Australia juga appreciate. Sekarang ini tinggal menunggu impact terhadap target kunjungan wisman asal Australia ke Indonesia,'' kata Arief.

Arief mengaku sangat berterima kasih kepada Konsul Jenderal untuk Victoria dan Tasmania, Dewi Wahab yang super antusias. Juga Lord Mayor Robert Doyle yang turut hadir dan memberi sambutan. Tak ketinggalan juga Siam Nugraha, CEO Telkom Australia, yang bersama-sama mempersiapkan acara tahunan ini.

''Kebetulan, di pertengahan acara, Minister for Multicultural Affairs, Robin David Scott datang ke tenda lokasi festival, dan saya minta izin tahun depan acara ini boleh digelar lagi. Beliau antusias, beliau setuju,'' kata dia.

Dalam kunjungannya ke Melbourne, Arief menyampaikan tiga hal besar. Pertama, mempromosikan 10 destinasi unggulan baru, dari Danau Toba (Sumut), Kepulauan Seribu (Jakarta), Bromo (Jatim), Labuan Bajo (NTT), Mandalika (NTB), Borobudur (Jateng), Wakatobi (Sultra), Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung (Banam), Morotai (Malut).

Kedua, Arief menyampaikan keinginannya agar ada regenerasi wisman asal Australia. Anak-anak muda yang banyak berwisata. Jika muda sudah mengenal Indonesia, ia berharap, hal tersebut akan semakin menarik minat wisman baru untuk mengeksplorasi Indonesia yang memiliki 17.000 pulau, 726 bahasa daerah, dengan pusat-pusat terumbu karang yang terbaik di dunia, seperti Raja Ampat, Wakatobi, Labuan Bajo, Derawan, dll.''Itulah sebabnya, kemasan acara dan artisnya pun kami tampilkan yang gaul, sesuai dengan anak muda.''

Lalu hal ketiga, Arief menjelaskan destinasi di Indonesia itu bukan hanya Bali yang memang sudah mendunia, dan dianggap rumah kedua, bagi orang Australia. Bali harus bisa menjadi penghubung bagi destinasi lain di sekitarnya, untuk ikut maju.

Dalam festival ini, menampilkan juga aksi pangung dari penyanyi Sandy Sandoro. Ia tampil bersama kawan-kawannya dengan melantunkan hits 'Tak Pernah Padam'. Kemudian ada juga penampilan dari grup musik Australia, Justice Crew, yang merupakan simbol komunitas multikultural. Kelompok ini tampil menghebohkan dengan breakdance yang gesit, beat yang cepat, gerakan yang extreme, betul-betul membius audiens.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement