Selasa 03 Nov 2015 09:51 WIB

Makanan Khas Bali Penuhi Gizi Masyarakat

Nasi Lawar
Foto: Dok: Jelajah Gizi 2015-Sarihusada
Nasi Lawar

REPUBLIKA.CO.ID, BALI -- Bali menjadi salah satu provinsi dengan status gizi baik di Indonesia.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menyebutkan, Bali sebagai provinsi dengan prevalensi terendah gizi buruk-kurang pada balita. Yaitu sebesar 11,4 persen, lebih rendah dari prevalensi nasional sebesar 19,6 persen.

Prevalensi risiko Kurang Energi Kronis (KEK) wanita hamil umur 15-49 tahun di Bali juga merupakan yang terendah.

"Yaitu sebesar 10,1 persen, lebih rendah dibandingkan dengan prevalensi nasional sebesar 24,2 persen," ujar Prof. Ahmad Sulaeman, Guru Besar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) di sela-sela acara Jelajah Gizi 2015-Sari Husada di Bali akhir pekan kemarin.

Menurut Ahmad, kondisi tersebut salah satu faktornya karena makanan lokal Bali memiliki kandungan gizi tinggi. Banyak makanan Bali dengan komposisi sayuran yang dominan, seperti Lawar, Jukut Ares dan lainnya. Buah-buahan yang sangat dekat dengan kebudayaan masyarakat Bali juga menjadi faktor pemenuhan gizi masyarakat.

"Jadi sangat luar biasa, kalau kita gali lagi, (makanan Bali) bisa menjadi imunitas alami bagi tubuh," kata dia.

Ahmad menyebut, kondisi yang sama sesungguhnya juga terjadi pada makanan khas lokal berbagai daerah lainnya.

“Jadi Back to local adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kemampuan kuliner Bali dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakatnya melalui makanan lokal yang khas dan unik yang dibuat menggunakan bahan-bahan pangan lokal yang tersedia di Bali,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement