Sabtu 13 Jun 2015 08:01 WIB

Mona Ratuliu Deg-Degan Anak Ujian Sekolah

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari
Mona Ratuliu
Foto: Republika/Desy Susilawati
Mona Ratuliu

REPUBLIKA.CO.ID, Mona Ratuliu mengaku sempat khawatir ketika anak pertamanya, Davina Shava Felisa (12 tahun) akan menghadapi ujian sekolah beberapa waktu lalu. Ia bukan khawatir anaknya tidak mendapatkan nilai bagus, tapi justru khawatir anaknya sakit menjelang ujian. Ketakutannya ini lantaran ada teman sekolah anaknya tidak dapat mengikuti ujian sekolah karena sakit.

“Anak pertama kelas enam SD, ketika ujian ada temannya sakit, tapi Alhamdulillah, anak saya baik-baik saja. Memang sempat khawatir momen-momen tertentu deg-degan. Sebab sejaga-jaganya kita, kalau sudah sakit, sakit saja,” ujarnya.

Karena itu, Mona selalu menjaga anak-anaknya supaya tetap sehat. Caranya dengan bergaya hidup sehat. Misalnya mengonsumsi makanan sehat dan tak lupa diselipkan buah di dalamnya. “Saya ingin anak-anak sehat, mencintai hidup sehat. Sehingga melanjutkan hidup sehat. Ketika mau ujian, kesehatan dan makan anak agak lebih dijaga,” ujarnya.

Lalu bagaimana kira-kira hasil ujian Davina? Mona belum bisa memprediksinya. Sebab belum ada pengumuman. Namun, berdasarkan pengakuan Davina, ia mengaku mudah mengerjakannya dan yakin mendapat nilai bagus. “Yang penting prosesnya dia, dia berusaha dapat yang terbaik, kalau malas-malasan terus dapat jelek dan menyesal, itu yang akan saya sesali,” ujarnya.

Walaupun begitu, Mona juga mengapresiasi apa yang sudah dilakukan anaknya. Ia menunjukkan perkembangan yang baik. Ketika tryout pertama, anaknya sempat mendapatkan nilai jelek. Namun berkat usahanya ia mendapatkan kenaikan nilai dua kali lipat.

“Saya tidak meminta anak harus mendapatkan nilai tinggi, yang penting nilainya berkembang, seberapa nanti hasilnya, ya itulah nilainya, kemampuannya,” jelasnya.

Mona juga mengaku akan memberikan hadiah kepada Davina jika berhasil mendapatkan nilai yang sudah ditargetkan atau dibidik sejak awal. Jika anak mampu mencapainya, anak boleh memilih barang yang sedang ia inginkan. Boleh tas sekolah atau apa saja yang ia suka.

Davina yang sebentar lagi masuk SMP, akan melanjutkan sekolah di sekolah swasta dekat rumah mereka juga dekat dengan sekolah adik-adiknya. “Pertimbangannya lebih kepada mudahnya transportasi,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement