Senin 04 May 2015 12:39 WIB

Tertarik Bekerja dari Rumah? Ini Kiatnya

Ibu bekerja dari rumah
Foto: secureteen
Ibu bekerja dari rumah

REPUBLIKA.CO.ID, Bekerja mungkin menjadi cara bagi banyak perempuan untuk hidup, tapi jika bekerja di rumah terdengar bagus bagi Anda, Anda tidak sendirian. Sekitar 21 persen karyawan mengerjakan tugas mereka di rumah, demikian menurut US Bureau of Labor Statdowsabelistics.

Sedang memertimbangkan menjadi ibu yang bekerja di rumah? Pertama, perhatikan saran dari para ibu dan pakar yang sudah belajar cara terbaik mengendalikan hidup di persimpangan jalan menjadi ibu yang bekerja di rumah dan hanya menjadi seorang ibu.

Buatlah jadwal

Dikutip dari www.parentsindonesia.com, Anda perlu membuat urutan hari Anda dengan cermat, dengan pengaturan jam “kerja” adalah hal penting. Berapa jam Anda berharap akan bekerja dalam sehari? Kapan Anda akan menjawab telepon yang tidak terangkat? Apa yang bisa Anda selesaikan saat putra atau putri Anda sedang mewarnai di ruangan sebelah? Anda akan lebih banyak menyelesaikan berbagai hal jika bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras, kata Christine Durst, ibu dua anak di Woodstock, Connecticut, dan pendiri racerebellion.com, situs yang membantu orang-orang mencari pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah.

Dengan begitu, salah satu manfaat terbaik bekerja di rumah adalah fleksibilitas, terutama jika Anda adalah bosnya. Jika putra atau putri Anda rewel saat jam kantor dan hari sedang cerah, Anda bisa saja mengesampingkan tugas dan pergi ke taman. Anda bisa menebus pekerjaan setelah si kecil tenang.

Jika bekerja pada seseorang yang harus diberi laporan, pastikan Anda memiliki kesepakatan untuk berapa jam sehari Anda harus aktif. “Ada waktu-waktu tertentu dimana mungkin tidak jatuh di hari kerja tradisional,” kata Durst. Ini berarti Anda bisa melewatkannya sesekali tanpa harus merasa bersalah.

Memanfaatkan saat tidur siang

Ini  hari yang bermakna di mana Anda umumnya mengharapkan bisa bekerja keras tanpa interupsi (setidaknya bukan dari anak Anda). Apakah anak Anda tidur selama satu ataupun tiga jam, gunakan waktu itu untuk menyelesaikan tugas yang membutuhkan fokus dan konsentrasi penuh, kata Erin O’Donnell, ibu dua anak dan penulis lepas serta editor di Milwaukee, yang sering menjadwalkan pekerjaannya yang terkait dengan urusan telepon di sela-sela waktu tidur siang Jonas, anaknya yang berusia 20 bulan.

Jika si kecil belum lelah karena alasan tertentu, mereka tetap bisa memiliki saat-saat tenang. O’Donnell meletakkan Jonas di dalam tempat tidurnya dengan buku-buku dan menutup pintu. “Aku biasanya bisa bekerja selama 20 menit sebelum Jonas mulai gelisah,” katanya. Jika Jonas terbangun saat ia sedang menelepon untuk urusan pekerjaan, dan mulai menangis, O’Donnell sudah melatih dirinya sendiri untuk menolak keinginan segera bergegas masuk mengecek anaknya. “Rasanya sedikit pilu mendengarnya,” katanya. “Namun hal itu tidak akan membunuhku–atau dirinya.” Selain itu, dia meyakini bahwa menenangkan diri sendiri merupakan hal penting bagi Jonas.

Karena tidur siang adalah saat di mana banyak ibu yang tergoda untuk memasukkan semua hal ke dalam daftar yang harus mereka lakukan–mencuci piring, menjadwalkan acara bermain, mencuci baju–cobalah untuk tetap fokus. “Jika bekerja di luar rumah, Anda tidak akan mengawatirkan apapun kecuali pekerjaan,” kata Durst. Berkonsentrasilah hanya pada hal-hal yang Anda tidak bisa lakukan saat anak terjaga. Selain tidur siang, jika Anda terbiasa bangun pagi, gunakan waktu dini hari untuk membereskan hal-hal sebelum seluruh keluarga terbangun. Menjadi burung hantu? Bekerjalah sampai larut malam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement