Kamis 30 Apr 2015 01:00 WIB

Wisatawan Ancam Membunuh, Pesawat Kembali ke Bandara

Rep: MGROL38/ Red: Winda Destiana Putri
Maskapai penerbangan Thomas Cook
Foto: Dailymail
Maskapai penerbangan Thomas Cook

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Maskapai penerbangan ini terpaksa kembali ke bandara setelah kegaduhan yang terjadi dalam pesawat penerbangan Manchester menuju Mesir lantaran seorang wisatawan Inggris mengancam akan membunuh penumpang lainnya.

Tony Penner (53), salah seorang penumpang pesawat mengatakan kepada Manchester Evening News, pria itu masuk ke dalam pesawat lalu berteriak dengan nada mengancam kepada penumpang lainnya.

"Dia bersama rekannya yang juga goyah. Lalu mulai berteriak "Aku akan membunuh siapa saja yang mendekatiku di pesawat," paparnya, dilansir Dailymail Kamis (30/4).

Gara-gara ancaman pria itu, seluruh penumpang pun terkejut dan merasa terancam, hingga menimbulkan suasana gugup di dalam pesawat. "Kami merasa terancam, kemudian ia mulai meninju pintu. Dia bukan pria yang bahagia," katanya lagi.

Untung saja pria itu segera ditindak oleh petugas bersenjata. Saat pesawat tiba di bandara, pria bertato dan berbadan besar itupun segera dikeluarkan dari pesawat. Para penumpang segera bertepuk tangan ketika pria itu 'ditendang' dari pesawat jenis TCX2515 itu.

"Kami memiliki kebijakan untuk tidak menoleransi perilaku apapun yang dapat mempengaruhi keselamatan serta kesejahteraan awak dan pelanggan kami," kata juru bicara Airlines Thomas Cook.

Akibat insiden tersebut, keberangkatan penumpang pun tertunda selama 40 menit. "Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka atas kesabaran selama penundaan singkat dalam perjalanan kembali ke bandara," lanjutnya lagi.

Sampai saat ini, tidak jelas apakah pria itu ditahan atau didakwa dengan tuduhan kejahatan. Pihak maskapai juga tidak akan mengungkapkan apakah orang itu telah dilarang penerbangannya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement