REPUBLIKA.CO.ID, TUNISIA -- Pasca serangan gerakan ekstrimis yang menewaskan 22 orang beberapa waktu lalu, Museum Nasional Bardo Tunisia kembali dibuka untuk umum pada awal pekan ini.
Dikutip NewsNet, Jumat (10/4) pembukaan kembali museum tersebut tidak lepas dari tewasnya dua penembak dalam penggerebekan keamanan, Kamis lalu. Dua penembak tersebut dianggap sebagai "kepala penyerangan" dalam insiden berdarah Museum Tunisia.
"Welcome to Bardo" begitu bunyi tulisan yang tertera di pintu masuk museum. Tulisan tersebut dibuat dalam bahasa Arab, Inggris, serta Perancis.
Kurator museum Moncef ben Moussa mengatakan, timnya bekerja keras memperbaiki museum pascaserangan. Pasalnya, satu patung perunggu dan satu mosaik mengalami kerusakan, beberapa kaca pun pecah.
Museum ini akan selalu menjadi sejarah dan bagian dari peristiwa mengerikan saat kita hidup, dimana ada korban yang jatuh selama serangan teroris," ujar Menteri Pariwisata Selma Elloumi Rekik.
Museum Tunisia merupakan salah satu museum terbesar di negara tersebut, menyimpan 8000 karya dan terkenal akan kekayaan mosaik Romawi yang berwarna-warni. Museum tersebut juga menjadi tujuan utama para wisatawan.