Selasa 17 Mar 2015 13:21 WIB

Jaring Wisatawan, Sleman Gelar Kirab Ogoh-Ogoh Terbesar di Jawa

Rep: C97/ Red: Winda Destiana Putri
Ogoh ogoh Bali
Foto: Antara
Ogoh ogoh Bali

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kirab Ogoh-ogoh pertama di Jawa Tengah-DIY akan digelar untuk menyambut Hari Raya Nyepi, Saka 1937.

Arak-arakan terbesar di Jawa itu sendiri akan diselenggarakan pada Jumat, 20 Maret. Menurut Tim Pengarah Panitia Kirab, Agung Suryahadi, kirab kali ini akan berbeda dengan yang ada di Bali.

"Kalau di Bali ogoh-ogohnya buto. Nah di Jogja ini, kita ingin ada ciri khasnya, yaitu Flora dan Fauna," ujar Agung pada Konfrensi Pers di kantor Humas, Pemkab Sleman, Selasa (17/3).

Rencananya akan ada delapan ogoh-ogoh yang berasal dari Pura, dan tiga lainnya dari masyarakat Sleman. Kesebelas replika raksasa tersebut kemudian akan bertemu di Parkir Timur Monjali, untuk bersama bergerak menuju Kepatihan. Kemudian diarak berjalan kaki ke Titik Nol.

Selain diikuti oleh umat Hindu, perayaan ini melibatkan peran serta dari masyarakat lintas agama. Agung menyampaikan bahwa perayaan tersebut kedepannya akan menjadi even pariwisata tahunan. Diharap dengan agenda tersebut pemberdayaan semua potensi yang ada di Yogyakarta dapat dioptimalkan.

"Kami melihat bahwa Jogja punya banyak potensi budaya dan kerajinan. Harapannya dengan acara Jumat besok, sektor pariwisata di DIY bisa semakin berkembang," ungkapnya.

Sekretaris Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Endah Sri Widiastuti membenarkan hal tersebut. "Ide ini kita tangkap sebagai even pariwisata. Saat ini ada 61 upacara adat di 16 kecamatan seluruh Sleman. Hanya Kecamatan Depok yang belum punya," katanya.

Dia berpandangan bahwa Kirap Ogoh-ogoh sendiri memiliki potensi yang besar dalam perkembangan pariwisata, khususnya bagi Sleman. Maka itu, Pemkab sepenuhnya akan mendukung kelancaran agenda tersebut.

Adapun urutan acara pada tanggal 20 nanti dimulai sejak pagi. Awalnya upacara Wisuda Bumi akan dilaksanakan di Candi Prambanan. Rencananya akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Setelah agenda tersebut selesai, semua ogoh-ogoh akan diangkut dari Pura masing-masing ke Monjali. Kemudian arak arakan akan dimulai pukul 13.00 setelah Jumatan.

"Kami harap, pukul 18.00 kirabnya sudah selesai. Karena masih ada acara lain," kata Agung. Kemudia ia meminta maaf, karena panitia belum mampu mendemonstransikan rute kirab ogoh-ogoh di lapangan. Namun meski begitu, dia memastikan bahwa semua persiapan pembuatan ogoh-ogoh terus berjalan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement